– Ingin Mendirikan Perguruan Tinggi Islam Negeri di Lakudo

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-71 yang di adakan pada Minggu (11/12) di Lapangan I Wayong Kelurahan Watulea Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah, hadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selain Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten Buton Tengah, Sekda Buton Tengah, para pejabat eselon II lingkup Pemkab Buteng, serta diikuti oleh barisan pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA se Kabupaten Buton Tengah.

Ketika dikonfirmasi Baubau Post pasca upacara, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra H Moh Ali Irfan SE MM MAk mengatakan, ia sangat mengapresiasi kegiatan yang bernuansa keagamaan di Buton Tengah karena didukung oleh Pemda Buteng.

“Saya sebagai pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Agama sangat mengapresiasi kegiatan ini yang di dukung oleh Pemerintah Daerah (Buteng), sehingga saya merasa ada kesatuan yang luar biasa di masyarakat Buton Tengah ini, baik dukungan keagamaan dan lain sebagainya,” ucapnya.

Diungkapkan, ia telah lima kali berkunjung ke Lakudo dan ia beranggapan bahwa nilai-nilai keagamaan di Lakudo memiliki perbedaan dengan daerah-daerah atau kabupaten lain yang ada di Sultra.

“Saya sudah lima kali di Lakudo dan saya melihat nilai keagamaan di Lakudo itu sangat berbeda dengan yang ada di daerah Sulawesi Tenggara lainnya, dan ini bisa dijadikan percontohan,” ungkapnya.

Dipaparkan, ia mempunyai mimpi besar untuk mewujudkan berdirinya perguruan tinggi Islam negeri di Buton Tengah sebagai salah satu syarat berdirinya sebuah provinsi (Kepton, red.) yang telah dirancang oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu, karena dianggapnya Buton Tengah adalah salah satu cakupan wilayah calon Provinsi Kepton.

“Saya punya mimpi besar, kalau Buton Raya ini mekar jadi provinsi, yang pertama itu harus ada perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi islam negeri yang kedua setelah IAIN Kendari, sebab salah satu syarat berdirinya provinsi itu ada salah satu infrastruktur pendidikan negeri,” paparnya.

H Moh Ali juga menginginkan kerjasama agar pemerintah daerah Kabupaten Buton Tengah dapat menghibahkan lahan seluas 15 hektar lebih untuk lokasi berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam negeri.

“Saya punya keinginan kalau pemerintah daerah disini menghibahkan untuk Kemenag lahan seluas lebih dari 15 hektar, saya akan bicara dengan pak Menteri untuk berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam negeri di Lakudo, supaya ini kehidupan keagamaan akan lebih hebat lagi bila ditunjang dengan sebuah perguruan tinggi islam negeri, sehingga beberapa kabupaten terdekat seperti Muna, Busel, Muna Barat, dan kota Baubau, adanya pusat perguruan tinggi Islam itu di Lakudo Buton Tengah,” tutupnya.(*)