Haliana Saat memberikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat Tomia

Peliput: Zul Ps —-Editor: Prasetio M

WANGI-WANGI,BP – Haliana SE Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) Wakatobi sempat membeberkan kekalahan dalam perhelatan percaturan politik periode 2016/2021 lalu. Ia mengatakan jika salah satu faktor kekalahannya dikarenakan dirinya enggan dicap pembohong dengan mengiming-imingi masyarakat dengan janji modal usaha sebesar Rp 20 juta lebih.

Haliana Saat memberikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat Tomia
Haliana Saat memberikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat Tomia

Hal ini diungkapnya dihadapan ribuan masyarakat Pulau Tomia, saat membawa sambuatan diundang silahturahmi Bacakada Haliana-Ilmiati (HATI) oleh simpatisan dan pendukung yang berlokasi di Lapangan Osuku Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, pada Minggu (30/08). Dikatakannya, pihaknya tidak mungkin menjanjikan sesuatu yang kemungkin tidak mampu ditepatinya.

” Kenapa saya kalah dulu, karena saya tidak bisa berjanji lebih daripada 20 juta. Teman sampaikan sama saya, bahaya kita pak, disana sudah main Rp 20 Juta, Saya bilang tidak mungkin anggaran kita tidak mungkin mencukupi, walaupun kemudian APBD kita ini diberikan kepada seluruh masyarakat untuk bagi- bagi mentah Rp 20 juta Rp 20 Juta, tidak akan mungkin cukup,”ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Haliana sempat menanyai kepada ribuan masyarakat yang hadir saat itu, apakah masyarakat telah menerima janji salahsatu lawan politiknya terdahulu. Sontak masyarakat menjawab jika mereka sama sekali tidak pernah menerima dana sebanyak Rp 20 Juta tersebut.

” Biar saya tidak menang tidak apa-apa, kenapa saya tidak melakukan itu, saya tidak mau membohongi masyarakat. Saya tidak ingin dikatakan sama masyarakat dimanapun saya berada, tiba-tiba ada yang sampaikan, pembohong,” terangnya.

Lanjut Haliana, jika janji tersebut tidak diutarakannya disebabkan ia ingin mencari kemenangan atas doa dan dukungan, serta keterpilihan yang benar-benar lahir dari hati masyarakat, sehingga ia dapat membangun daerah dengan niat yang tulus dan lurus untuk kepentingan masyarakat Wakatobi, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

” Karna kami mencari kemenangan tentu lahir dari proses yang benar, supaya apa, kita duduk ditempat yang bersih, berdiri ditempat yang lurus begitu pula kita berjalan sesuai dalam tuntutan yang benar. Itulah yang kita junjung tinggi.” terangnya.(**)