Luhut Panjaitan

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP-Sejak tahun 1920, hingga Kemerdekaan Indonesia, Belanda telah mengekspor aspal dari Buton ke hampir seluruh koloninya di Asia-Pasifik, Karibia dan Afrika. Ketika itu, Asbuton memang tepat digunakan untuk kondisi jalan tertentu dengan beban sedang (Jalan Tipe III-B).

Luhut Panjaitan
Hanya Butuh Tiga Tahun, Aspal Buton Melejit dan Siap Masuk Pasar Internasional, direspon Menko Luhut Panjaitan

Dari Ruang Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Gubernur H. Ali Mazi, SH., mengikuti Rakor Lintas Kementerian/Lembaga mengenai Pemanfaatan Aspal Buton, secara daring, dan sebagai tuan rumah adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves RI). Rakor ini dipimpin Menko Marves Luhut B. Pandjaitan, serta diikuti 24 stakeholder,
Rabu 4 November 2020.

Mendorong percepatan pengembangan dan penggunaan Asbuton untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan secara Nasional, seusai rakor pertama kali yang digelar Pemprov. Sultra bersama Kemenko Marves pada Mei 2019, Presiden Joko Widodo langsung merespon gagasan Gubernur Ali Mazi dan Menko Luhut.

Presiden Joko Widodo memandang perlunya optimalisasi sumber daya alam ini untuk pemanfaatan di dalam negeri, sekaligus menekan kebutuhan impor aspal minyak yang nilai impornya telah mencapai hampir 700 juta USD. “Nilai impornya hampir 700 juta dollar AS. Ini kan banyak. Kalau dananya dikumpul, kita bisa produksi sendiri di dalam negeri. Tidak perlu impor lagi, kenapa tidak kita dorong penggunaan Asbuton ini,” kata Presiden Joko Widodo ketika itu.

Presiden kemudian menugaskan Menko Luhut —yang juga Ketua Tim Tingkat Komponen Dalam Negeri— dalam kampanye peningkatan penggunaan produksi dalam negeri untuk mendorong pemanfaatan Asbuton. Gubernur Ali Mazi dilibatkan penuh dalam “proyek” penting ini.

Melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kemenko Marves, mendorong peningkatan pemanfaatan Asbuton dalam negeri secara terintegrasi, baik dari sisi regulasi, transportasi, hingga sisi keekonomiannya. Tujuannya selain untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor aspal minyak, penghematan devisa, meningkatkan kualitas Asbuton, juga memperluas peluang Asbuton diekspor ke luar negeri.

Menko Luhut menegaskan kembali komitmen pemerintah agar Asbuton dapat ditingkatkan produksinya, juga kesinambungannya, agar dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi untuk mendukung Pembangunan Infrastruktur Nasional yang saat ini sedang dikejar oleh pemerintah, guna semakin mendorong roda perekonomian masyarakat.

“Asbuton harus lebih baik dari luar negeri. Asbuton harus ada kepastian antara ketersediaan dan penggunaannya sudah jelas. Saya minta deputi saya, Pak Odi, pimpin pembahasan lanjutan dan menindak lanjuti ini. Semua pihak agar berkolaborasi, ada waktu satu minggu, 11 November kita bertemu lagi dan sudah ada kesepakatan dan sudah berapa produksinya untuk tahun 2021 dan 2022,” ujar Menko Luhut melalui layar Zoom dalam rakor kemarin.

Menko Luhut menekankan kepastian produksi secara masif, standardisasi produk, dan juga mengenai kesinambungannya. “Pastikan dulu harus bisa diproduksi. Mengenai standarisasi, saya sepakat sekali, SNI itu keharusan,” tegas Menko Luhut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono juga mengatakan, bahwa pihaknya sangat menghormati komitmen untuk mengurangi importasi aspal minyak sebanyak 500 ton pada tahun 2021.

BACA JUGA: La Bakry Vicon Bersama Menko Bidang Kemarintiman dan Tujuh Menteri Lainnya Bahas Pemanfaatan Aspal Buton

Dalam rakor daring itu, Menteri Basuki menegaskan, “kalau memang ada produksi pasti akan kami manfaatkan. Pembangunan dan pemeliharaan jalan kami sudah atur semisal untuk aspal plastik, beton dan tentunya untuk Asbuton. Kita wajib pakai. Ini sebuah keharusan, sebab salah kita sendiri kalau kita tidak bisa menggunakan dengan maksimal Asbuton.”(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

One thought on “Hanya Butuh Tiga Tahun, Aspal Buton Melejit dan Siap Masuk Pasar Internasional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest