• Kepala BPS Baubau Towedy: Agar Inflasi Stabil Pemkot Harus Jaga Jalur Distribusi Barang Tetap Lancar

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau merilis perkembangan indeks harga konsumen (IHK) dan inflasi Kota Baubau untuk bulan Januari 2022. Kepala BPS Kota Baubau Towedy Marthinus Layico S.Si kepada Baubau Post mengatakan Kota Baubau mengalami inflasi tahun kelender januari 2022 sebesar 1.14 persen dengan IHK sebesar 107,13. Towedi Marthinus mengatakan bila dibandingkan dengan tingkat inflasi tahun ketahun yaitu Januari 2022 terhadap Januari 2021 sebesar 3.15 persen.

Kepala BPS Kota Baubau Towedy Marthinus Layico S.Si

“Tingkat inflasi tahun-ketahun ini masih dibawah tingkat inflasi nasional yang berada pada kisaran 4-5 persen. Demikian juga dengan tingkat inflasi tahun kalender Januari 2022 itu dibilang masih cukup baik, karena penyumbang inflasi di bulan Januari yang terbesar pertama berasal dari harga tiket pesawat, urutan kedua harga rokok kretek filter, dan urutan ketiga cabai rawit, urutan keempat harga ikan selar/tude, urutan ke lima telur ayam ras dan minyak goreng,” jelasnya kepada Baubau post, Senin (07/02/2022).

Towedy Marthinus mengatakan penyunbang inflasi terbesar itu sebetulnya hanya dua saja kalau di Kota Baubau ini yaitu harga tiket pesawat dan rokok kretek filter. Namun harga rokok ini merupakan kebijakan secara nasional dimana haraga rokok dinaikan beberapa waktu lalu. Sementara tiket pesawat sejak Desember 2021 dan memasuki Januari 2022 memang sangat tinggi, “Namun dibulan Februari ini harga tiket kelihatannya sudah mulai turun,” ungkapnya.

Sementara itu dalam rilis resminya, BPS Kota Baubau mengungkapkan dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen dengan IHK sebesar 109,81 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 111,34. Sementara deflasi terdalam terjadi di Kotamobagu sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 108,79 dan deflasi terendah terjadi di Jayapura sebesar 0,04 persen dengan IHK
sebesar 105,83.

Selanjutnya, „inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga delapan kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,56 persen; kelompok pakaian dan
alas kaki sebesar 0,33 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah
tangga sebesar 0,13 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin
rumah tangga sebesar 0,17 persen; kelompok transportasi sebesar 3,39 persen; kelompok
rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,26 persen; kelompok penyediaan makanan
dan minuman/restoran sebesar 0,12 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa
lainnya sebesar 1,13 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi
adalah kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen. Kemudian kelompok pendidikan serta
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks
harga.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2022, antara lain:
angkutan udara; rokok kretek filter; cabai rawit; ikan selar/tude; telur ayam ras; minyak
goreng; rokok putih; semen; bawang merah; serta kangkung. Sementara komoditas yang
mengalami penurunan harga, antara lain: ikan kembung/gembung/banyar/gembolo/asoaso;
ikan cakalang/sisik; sawi hijau; daun kelor; jagung muda/putren; kacang panjang; besi
beton; ikan bubara; ikan layang/benggol; serta biaya pengiriman barang.

Pada Januari 2022 dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok memberikan andil atau sumbangan terhadap tingkat inflasi secara keseluruhan di Kota Baubau serta 2 kelompok tidak memberikan andil atau sumbangan terhadap tingkat inflasi. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan terhadap tingkat inflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,4635 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0241 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0262 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0533 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,0027 persen; kelompok transportasi sebesar 0,5004 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0038 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,0062; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0666 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil atau sumbangan terhadap tingkat inflasi secara keseluruhan adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan; serta kelompok pendidikan.

baca juga: Tiga Pejabat Polres Baubau Berganti

Kepala BPS Kota Baubau Towedy Marthinus mengatakan sejauh ini pihaknya secara kualitatif tidak melihat pengaruh naik turunnya inflasi di Kota Baubau karena dipengaruhi adanya pandemik Covid-19. “Ini bukan dari segi kuantitatif ya…tapi ini pendapat saya pribadi. Saya tidak melihat ada pengaruh Covid-19 secara kualitatif,” ujarnya. Dia pun mengatakan agar inflasi Kota Baubau tetap stabil maka pihak Pemkot Baubau harus dapat mengatur distribusi keluar masuknya barang.

“Kota Baubau ini kan kota jasa. Semua jenis komiditas pintu masuknya sebagian besar lewat Baubau ini. Jadi kalau jalur distribusi barang itu teratur dan lancar maka itu akan berpengaruh terhadap angka inflasi,” katanya singkat. (***)