Peliput Alyakin

PASARWAJO, BP – Untuk menjaga stabilitas harga ketahanan pangan menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Buton bersama Dinas Pertanian dan Perindustrian, melakukan operasi di pasar-pasar tradisional Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan (Busel)

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik saat ditemui beberapa awak media, Senin (11/12) mengatakan, pemerintah pusat menginginkan pengawasan kestabilan harga pangan menjelang natal dan tahun baru

Kegitan tersebut sebagai tindak lanjut dari vidio telekonfrens yang dilakukan bersama Kapolri, Mentri Pertanian, Mentri Perindustrian, Mentri Perdagangan, Bulog, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Pusat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Menurut orang nomor satu di Polres Buton itu, tidak ada batasan waktu dalam operasi pasar, sebab disesuaikan dengan kondisi daerah. Namun, dari Bulog Provinsi Sultra hanya akan dilakukan selama dua hari.

“Tidak ada batasan sampe berapa hari, kalo dari Bulog Sultra itu dua hari ya, tapi kita diwilayah, kita kondisikan, kalo memang selesai satu hari ya satu hari kalopun tidak cukup kita laksanakan satu minggu bisa,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Buton, Sadisu mengatakan, dalam operasi tersebut akan dititik beratkan pada produk hasil industri seperti terigu dan gula pasir dan produk pangan yang tidak terlalu fluktuatif.

“Jangan sampe ada yang lakukan penimbunan atau sejenismya sehingga mengakibatkan harga tidak stabil sehingga kita tetap waspada,” kata Sadidu

Sementara itu , Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Azizu menghimbau kepada para pedagang cabe dan bawang ataupun tengkulak, agar menjual hasil hasil tani disesuaikan dengan kebutuhan konsumen

“Selama ini sering mengalami kekurangan stok bawang, khususnya bawang merah dan bawang putih karena itu didatangkan dari luar serta daging dan telur ayam,” ungkapnya.

Sedangkan pelaksana Sekretaris Dinas Pertanian Busel, Muhammad Rais mengatakan, Busel hanya memiliki satu pasar sehinga mayoritas kebutuhan masyarakat masih bergantung di Kota Baubau. Namun, dalam operasi pasar pihaknya akan menunggu konfirmasi dari pihak Bulog Baubau.

“Bahan pokok masyarakat seperti sayuran, beras, cabe, dan bawang, serta kebutuhan pangan lainnya di ambil di Kota Baubau,” tutupnya.(*)

Pin It on Pinterest