Laporan: Rasmanyono

DURASITIMES.COM– Sungguh dramatis, hasil semifinal Liga Champion di Santiago Bernabeu pada Kamis, 5 Mei 2022 antara Real Madrid vs Manchester City berakhir dengan skor 3-1.

Sempat tertinggal oleh gol Riyad Mahrez (72′), tim besutan Carlo anceloti itu bangkit di ujung babak kedua melalui Brace Rodrygo sebelum penalti Karim Benzema di extra time membalikkan agregat jadi 6-5. Hasil ini memastikan memastikan Los Blancos lolos ke final Liga Champions 2022 berhadapan dengan wakil Liga Inggris, Liverpool.

Pertemuannya dengan si merah Liverpool Ini juga akan menjadi ulangan final UCL 2018. Saat itu Madrid yang jadi juara dengan skor 3-1.
Bagi Manchester City, kekalahan di Bernabeu ini sangat dramatis dan menyakitkan. Bukan cuma karena mereka sudah menang 4-3 di leg pertama. The Citizens sudah dalam posisi unggul 5-3 hingga menit 89 pada leg ke dua, namun, digagalkan Real Madrid.

Real Madrid yang berniat membalas kekalahan 4-3 di Stadion Etihad, menurunkan formasi 4-3-3. Pelatih Carlo Ancelotti sekali lagi secara teknis memakai empat gelandang, dengan meletakkan Fede Valverde di belakang kombinasi Karim Benzema-Vinicius Junior. Kondisi Los Blancos segar karena ada 8 pemain dalam line-up yang tidak masuk starting XI lawan Espanyol di LaLiga.

Manchester City juga tetap dengan formasi khas 4-3-3 milik mereka. Gabriel Jesus dipilih dalam starting XI didampingi Phil Foden dan Riyad Mahrez. Tidak ada ruang untuk bek dadakan karena Pep Guardiola memakai Kyle Walker untuk sisi kanan dan Joao Cancelo di sisi kiri.

Sepanjang babak pertama, Real Madrid dan Manchester City berbalas serangan. Penguasaan bola hanya berbeda tipis, dengan The Citizens unggul 51 persen.

Namun, dari total 12 tembakan yang dilepaskan kedua tim, Los Blancos tampak kesulitan membidik gawang Ederson. Sebaliknya, City beberapa kali mengetes Thibaut Courtois. Kala laga berjalan seperempat jam, Kevin De Bruyne melepaskan tembakan yang tepat mengarah ke kiper tuan rumah.

Sementara itu, tembakan setengah voli Bernardo Silva (20′) dibendung Courtois. Kesempatan lain datang dari Foden (39′) yang juga menyaksikan tembakannya dihalau. Skor 0-0 berlanjut hingga turun minum.

Awal babak kedua dimulai dari kegugupan lini belakang Manchester City. Menit 46, Vinicius Junior tinggal berhadapan dengan Ederson, tetapi tembakan kaki kirinya luput. Ini disusul dengan ketidakcermatan Ederson dalam menangkap (52′), hingga Rodri mesti cepat-cepat membuang bola. Real Madrid jadi tim pertama yang melakukan pergantian pemain.

Toni Kroos ditarik keluar, untuk digantikan Rodrygo. Ancelotti bermain dengan 3 striker. Tak lama berselang, Kyle Walker tak bisa melanjutkan laga sehingga Pep menggantinya dengan Oleksandr Zinchenko.

Yang mengejutkan, De Bruyne dicopot untuk Ilkay Gundogan. Pukulan telak untuk Real Madrid datang pada menit 72. Setelah sekian peragaan umpan apik, Bernardo Silva melepaskan umpan di kotak penalti yang diambil oleh Riyad Mahrez.

Dari sudut sempit, sang winger asal Aljazair membobol gawang Los Blancos. Skor 0-1, agregat 3-5. Madrid dalam bahaya.

Setelah Manchester City gagal menambah gol lewat 2 peluang Jack Grealish, hukuman datang untuk mereka. Rodrygo mampu menyamakan skor lewat umpan Karim Benzema pada menit 90.

Los Blancos sendiri dalam formasi menyerang 4-2-4 yang membuat mereka demikian ofensif. Hanya berselang sesaat dari gol pertama, dalam situasi injury time, umpan silang Dani Carvajal ditanduk Rodrygo untuk membuat skor berbalik 2-1 dan agregat jadi sama kuat 5-5.

Babak perpanjangan waktu mesti dilakukan untuk menentukan pemenang. Drama belum berhenti di sana karena pada awal babak extra time, Benzema dilanggar di kotak terlarang.

Sang penyerang sendiri yang mengeksekusi penalti. Ia berhasil mengecoh Ederson sehingga skor jadi 3-1. Kini giliran Man City yang dalam posisi genting. Tidak ada hal yang bisa diperbuat lagi oleh Manchester City dalam sisa pertandingan.

Mereka bukan Real Madrid yang bisa menciptakan 2 gol dari kehampaan. The Citizens menyusul PSG dan Chelsea, dua tim yang sempat membuat Los Blancos kepayahan, tetapi pada akhirnya tetap kalah dengan sang juara UCL 13 kali.

“Saya tidak bisa berkata bahwa kami terbiasa menjalani kehidupan tertinggal lalu membalas pada akhir pertandingan. Tetapi apa yang terjadi malam ini terjadi saat melawan Chelsea dan juga melawan Paris. Jika Anda harus menjawab alasannya, sejarah klub inilah yang membantu kami untuk terus melaju ketika tampaknya kami bakal tersingkir,” kata Carlo Ancelotti usai pertandingan dikutip UEFA.

“Pertandingan nyaris saja selesai dan kami berhasil menemukan energi terakhir yang kami miliki. Kami menampilkan permainan yang bagus melawan rival yang kuat. Ketika mampu menyamakan kedudukan, kami memiliki keuntungan psikologis di babak perpanjangan waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Pep Guardiola mengaku sepak bola memang tidak dapat ditebak. Timnya tampak mengendalikan segalanya dalam 90 menit, tetapi pada akhirnya tetap tersingkir.

“Kami dekat dengan final UCL, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa mencapainya. Pada saat setelah kami mencetak gol, mereka bisa menyerang, menyerang, dan menyerang di 15 menit terakhir, tetapi bukan itu masalahnya. Kami tidak banyak menderita, tetapi sepak bola tidak dapat diprediksi,” paparnya.

Pencetak Gol: Rodrygo 90′ dan 90+1′, Karim Benzema 95′ penalti/ Riyad Mahrez 72′

REAL MADRID (4-3-3): Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Eder Militao (Jesus Vallejo 115′), Nacho Fernandez, Ferland Mendy; Casemiro (Marco Asensio 75′), Luka Modric (Eduardo Camavinga 75′), Toni Kroos (Rodrygo 68′); Vinicius Junior (Lucas Vazquez 115′), Karim Benzema (Dani Ceballos 104′), Federico Valverde.

MANCHESTER CITY (4-3-3): Ederson; Kyle Walker (Oleksandr Zinchenko 72′), Ruben Dias, Aymeric Laporte, Joao Cancelo; Bernardo Silva, Rodri (Raheem Sterling 99′), Kevin De Bruyne (Ilkay Gundogan 72′); Riyad Mahrez (Fernandinho 85′), Gabriel Jesus (Jack Grealish 78′), Phil Foden. (***)