Pewarta: Mashuri

SULTRA, BP– Advance Global Technology (AGT) adalah sebuah perusahaan yang menawarkan invest dengan keuntungan menarik. Hingga saat ini AGT telah mengeluarkan banyak produk investasi, yaitu AGT Komer, AGT Office, dan juga AGTKantors.

Korban investasi bodong di Sultra melapor ke Polda

AGT Komer dirilis terlebih dulu, kemudian terjadi masalah hingga AGT Komer ini harus ditutup. Kemudian AGT pun memutuskan untuk membangun kembali AGT Komer menjadi AGT Office. Hal yang sama pun terjadi, kini AGT Office pun diubah menjadi AGT Kantors.

Jenis investasi di AGT ini merupakan investasi iklan. Anda bisa menginvestasikan uang ke produk mesin iklan yang tersedia di AGT. Nantinya Anda akan mendapatkan keuntungan dari mesin iklan tersebut.

Banyak orang yang menganggap bahwa Investasi AGT ini merupakan investasi termudah dengan keuntungan yang menjanjikan. Namun sebagian orang menggap bahwa Investasi AGT ini menipu.

Seperti yang terjadi di Sulawesi Tengagra (Sultra), Sedikitnya ada 500 warga Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban penipuan investasi bodong bernama Advance Global Technology (AGT).

Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Indrawati tertipu setelah tergiur keuntungan besar bila melakukan investasi di AGT.

Ibu Indrawati menceritakan dia diajak temannya berasal dari Kota Kendari bergabung di AGT pada 17 Juni 2022. Dia mengaku uangnya tidak kembali setelah melakukan deposit Rp 5 juta.

“Awalnya saya menolak ajakan tersebut, namun terpaksa mendaftar karena menghargai teman. lalu saya melakukan deposit senilai Rp 220 ribu. Dari setoran awal, saya mulai mendapat keuntungan Rp20 ribu setiap harinya, kata Indrawati, Senin (04/07/2022).

Dengan keuntungan Rp20 ribu per hari, Indrawati bahkan sempat menarik uang senilai Rp500 ribu. Merasa percaya dengan sistem kerja AGT yang menghasilkan uang dengan mudah, Indrawati kembali melakukan deposit hingga Rp5 juta pada 26 Juni 2022 lalu.

“Setelah saya melakukan deposit Rp5 juta, AGT tidak dapat diakses lagi. Saat itu, saya langsung menginformasikan kepada member AGT Kota Kendari dan menghubungi teman yang pertama kali mengajak saya bergabung,” sambungnya.

Indrawati awalnya memang percaya dengan sistem kerjanya karena AGT ini bekerja sendiri sistemnya sampai dapat penghasilan harian. Namun dia semakin khawatir setelah nasibnya sama seperti member AGT yang lain.

Merasa tidak terima, Indrawati bersama member lainnya telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Sultra pada 1 Juli 2022. Saat ini para korban telah menyerahkan kasus tersebut kepada kuasa hukum.

“Saya juga konfirmasi ke penanggung jawab di sini. Saya sudah pernah hubungi untuk meminta pertanggungjawabannya. Katanya dia akan kembalikan uang member yang direkrut. Tetapi sampai sekarang seolah mau lepas tangan terkait masalah ini,” ungkapnya.

Kuasa hukum korban penipuan investasi bodong, Yedi Kusnadi, mengatakan dengan laporan tersebut diharapkan kepolisian bisa menelusuri legalitas AGT. Menurut Yedi, AGT yang menjanjikan keuntungan besar sangat mudah meyakinkan para korban. Setelah para korban mau bergabung, mereka diarahkan untuk melakukan deposit melalui bank dengan pemilik nomor rekening yang berbeda-beda.

baca juga: Weena, Perempuan Cantik Dari Sultra Dapat Penghargaan Top Model Indonesia Tahun 2022

“Untuk meningkatkan income, para leader membuat grup WhatsApp. Dalam grup tersebut, para leader sengaja memperlihatkan hasil kerja mereka selama ini guna meyakinkan para member yang akan bergabung. Dari praktik investasi bodong ini masyarakat yang telah bergabung mengalami kerugian materi hingga ratusan juta rupiah. Dan anehnya per tanggal 25 Juni 2022 aplikasi AGT sudah tidak bisa diakses lagi,” ungkanya.(*)