Laporan: Amirul

BATAUGA- Diusia yang terbilang masih belia yakni 8 tahun, Pemkab Busel terus menunjukkan tren positif dalam hal pembangunan perekonomian daerah. Betapa tidak, dalam data atas laju pertumbuhan ekonomi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai indikatornya, Pemkab Busel menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi mencapai 2,29 persen.


Penjabat Bupati Kabupaten Buton Selatan, Laode Budiman menuturkan banyak keberhasilan pembangunan yang selama ini telah dinikmati masyarakat, walaupun masih banyak kekurangan seiring dinamika perkembangan pembanngunan. Namun demikian, Pemkab Busel yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat bekerja nyata dengan menggali seluruh potensi untuk dikembangkan dalam membangun Busel kearah yang lebih baik lagi.
“Pemkab Busel terus mengembangkan diri menuju pembangunan yang berkelanjutan, demi mencapai kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dan ini adalah menjadi cita-cita kita bersama si Bumi Gajah Mada,” tuturnya
Kata dia, perjalanan waktu dari awal berdirinya Kabupaten Buton Selatan yang ditandai dengan diterbitkannya undang-undang nomor 16 tahun 2014 tertanggal 23 Juli 2014. Hingga pada akhirnya dengan membulatkan tekat menetapkan setiap tahunnya di 23 Juli menjadi tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Buton Selatan sebagai Daerah Otonom Baru terlepas dari induknya yakni Kabupaten Buton.
“Tentunya dengan semangat lahirnya Buton Selatan menjadi Daerah Otonom Baru diwilayah Sultra merupakan bagian dari semangat Putra-Putri Negeri Gajah Mada untuk bergerak maju demi terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan,” tambahnya
Dia menambahkan, perkembangan Kabupaten Buton Selatan dapat terlihat jelas dalam laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat pada tahun 2021 sebesar 2,29 persen. Hal ini dimungkinkan akan meningkat pada tahun 2022 dan 2023 dengan sejumlah produk unggulan yang tentu dapat mempengaruhi kondisi perekonomian rara-rata masyarakat Bumi Gajah Mada dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Secara umum sektor yang paling unggul yang mempengaruhi PDRB kita adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Dimana ketiga sektor tersebut mampu menggerakkan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton Selatan hingga mencapai 33,56 persen,” jelasnya
Dijelaskan, selain ketiga sektor tersebut, Pertambangan dan Penggalian juga dapat mempengaruhi PDRB Kabupaten Buton Selatan hingga sebesar 24,12 persen. Sementara untuk sektor industri pengolahan Pemkab Buton Selatan baru mampu menunjukkan tren positif pada level 3,60 persen.

baca juga: Bercanda Menyebut Bom, Mantan Bupati Buton Selatan Arusani Diturunkan Paksa dari Pesawat Wings Air
“Pemkab Busel sangat mengutamakan Pembangunan, Pendidikan dan Kesehatan masyarakat. Hal itu dapat terlihat dalam indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) merangkak naik dari 63,37 ditahun 2019, 64,95 pada tahun 2020 dan ditahun 2021 kembali meningkat menjadi 64,99,” tutupnya (**)