BAUBAU, BP- Dampak kerusakan hutan di Kota Baubau mulai disarakan para petani. Pada musim tanam tahun ini misalnya, terjadi pergeseran bulan.

Kepala Distan Baubau Muhammad Rais M menyebut, ratusan hektar lahan persawahan di wilayah Ngkaring-ngkaring kini dalam ancaman kekeringan maupun kebanjiran.

“Untuk besaran lahan tanaman pangan kita ini, untuk padi saja sudah kurang lebih ada 300 hektar,” ujar M Rais saat diwawancarai Baubau Post di kantornya belum lama ini.

“Hutan di sana (Ngkaring-ngkaring-red) sudah mulai banyak yang gudul, sehingga pada saat hujan airnya cepat mengalir, tapi pada saat musim kemarau air cepat habis,” tambahnya.

Saat melakukan peninjauan musim tanam, M Rais menyebut, keresahan utama yang dialami petani padi adalah kekeringan. Ia pun berharap, di musim tanam kedua nanti tidak ada kendala berarti.

“Itu kendala juga buat kita, terasa sekali untuk musim tanam tahun ini, bergeser tanam satu bulan, saya tanya teman-teman di lapangan, katanya air,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Baubau itu. (*)

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest