Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Tiga Warga Negara Asing (WNA) telah dicabut izin tinggalnya oleh Kantor Imigrasi Kelas III Kabupaten Wakatobi, sebab bermasalah dengan dokumen Keimigrasiannya.

Kepala Imigrasi Wakatobi, Saroha Manullang mengatakan selama 2017 pihaknya telah memberlakukan penegakan hokum terkait Keimigrasian. Termasuk melakukan pembinaan hokum Keimigrasian terhadap beberapa perusahaan bergerak dibidang pariwisata.

“Selama 2017 kita melakukan pembinaan hokum Keimigrasian dengan sasaran Wakatobi Dive Resort (WDR), Hoga Island Dive Resort, MAS Tour and Travel, Manajanemen Hotel serta Penjamin WNA,” kata Sariha Manullang, di Wangi-Wangi beberapa waktu lalu.

Untuk penindakan terkait hokum Keimigrasian, selama 2017 pihaknnya juga telah melakukan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa pencabutan dan pembatalan ijin tinggal keimigrasian serta melakukan pemulangan terhadap tiga WNA yakni dua warga Negara Italia dan satu warga Negara Belanda,” ungkap pria asal Sumatera Utara itu tanpa menjelaskan lebih rinci kasus tiga WNA tersebut.

Terkait penegakan atau penindakan hokum Keimigrasian, Saroha Manullang menambahkan jika pihaknya tidak memberlakukan pro justitia meskipun terbatasnya jumlah pejabat Imigrasi di Wakatobi sebagai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS.

“Tidak ada Pro Justitia pada kantor Imigrasi Wakatobi sehubungan dengan terbatasnya jumlah pejabat sebagai PPNS dan terkendala belum adanya Pengadilan Negeri di Kabupaten Wakatobi,” tutupnya.(*)

Untuk diketahui, setelah resmi beroperasi pertengahan tahun 2015. Dua tahun sebelumnya 2015 dan 2016, Imigrasi Wakatobi lebih kepada pendekatan persuasive atau sosialisasi terkait tugas pokok dan fungsinya.

Waktu dua tahun lebih itu dianggap cukup untuk memberikan pemahaman kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan fungsinya. Sehingga, memasuki tahun ketiga yakni 2017 Imigrasi Wakatobi melakukan penegakan hukum Keimigrasian sesuai diamanatkan dalam undang-undang.

Pin It on Pinterest