Peliput : Amirul

BATAUGA, BP-Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Buton Selatan (Busel) menggelar seminar akhir tahun sekaligus mengidentifikasi jumlah pelaku usaha di Buton Selatan.

Kegiatan itu melibatkan staf Ahli khusus Bupati Busel Naslim Sarlito Alimin SPi dan dan praktisi bisnis. Turut hadir berbagai kalangan pelaku usaha di Buton Selatan, di Gedung Lamaindo Senin( 18/12)

Diawal-awal Buton Selatan mekar, belum ada data base jumlah pelaki usaha kecil mikro dan menengah.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Busel Drs Mz Amril Tamim mengatakan dengan menggandeng para ahli dan praktisi yang memiliki kapasitas untuk menyusun doklumen tersebut diharapkan dapat digunakan digunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan menyusun program kebijakan pemerintah sehingga pelaku UMKM dapat memutar laju perekonomian di Busel
“Imbasnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, namun terukur sesuai dengan data” ucapnya
Kata dia, pelaku mikro yang penghasilan Rp 50 juta ke bawah diperlakukan dengan baik, apalagi jika SKPD yang bersinggungan dengan program-program peningkatan ekonomi pelaku usaha saling mensingkronkan program maka kedepan pelaku usaha akan lebih cepat meningkat

“Bisa kita “keroyok” kerjanya, maka kedepan para pelaku usaha mikro ini bisa meningkat,”katanya

Menurutnya, penggunaan data yang akurat, maka pemerintah juga dapat memetakan kegiatan-kegiatan apa saja yang memiliki potensi lebih cepat meningkat yang langsung menyentuh masyarakat. “Program yang disampaikan tadi ada beberapa yang telah dismapaikan tadi oleh pemateri salah satunya program yang lahir dari bupati sendiri,”tuturnya
Kata Amril, modal usaha yang selalu menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan oleh pelaku usaha, untuk itu pihaknya akan berusaha memfasilitasi dan mengkomunikasikan persoalan guna mencari solusi

“Modal menjadi faktor utama para pelaku usaha, memang ada beberapa persyaratan diperbankan untuk mendapat modal itu, inilah yang agak sulit bagi para usaha kecil untuk memulai usaha. Namun nanti kita akan fasilitasi untuk melihat kembali kemudian dikomunikasikan kembali dengan perbankan bagaiman dengan mekanisme misalnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada di beberapa BANK. Karena itu juga setiapa tahun kita panggil BANK untuk melihat kebijakan-kebijakn yang ada di perbankan,” jelasnya
Pemerintah daerah akan menerapkan kebijakan yang langsung bersentuhan dengan para pelaku usaha. Salah satunya adalah pinjaman modal dengan bunga nol persen. “Ada MoU nanti antara pemerintah Busel dengan pihak Perbankan untuk memberikan kredit nol persen kepada masyarakat untuk meringankan dan lebih muda masyarakat mendapatkan modal usaha,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah pelaku usaha mikro yang ada di busel tercatat sebanyak 1543 orang yang terbagi atas usaha perdagangan dan jasa. “Harapan kami tentunya tugas untuk pengembangan UMKM ini bukan hanya tugas dinas Koperasi UKM perindustrian dan perdagangan saja, namun ada beberapa SKPD juga harus terlibat misalnya dinas Sosial yang memiliki program bantuan sosial dan Dinas pertanian. Walaupn tidak mengurus langsung persoalan petani namun yang kita harapkan itu ketika hasil pertanian meninghkat ini bisa diinovasi untuk bagaimana ekonomi kreatif bisa ada disitu. Terus pasar kita bisa meningakt. Karena Seperti yang kita dengar dari penjelasannya dari dinas pertanian tadi bahwa sayur ada semua itu yang ada dipasar itu masih berasal dari kota baubau,” harapnya.
Pemateri seminar Nazlim Sarlito Alimin Spi menilai, para peserta yang didominasi para ibu-ibu sangat antusian mengikuti jalan seminar. Sebab kegiatan ini merupakan ranah para pelaku usaha UMKM. “para UMKM kalau kita lihat sekarang di Busel ini adalah pengalaman pertama menemukan warga yang secara mandiri, tidak dikendalikan orang lain namun mereka bisa surfive. Dan jumlahnya besar sekali yakni 89 persen, bayangkan ini jumlah besar lo,” kata Nazlim.
Sebagai praktisi yang juga staf kusus Bupati Busel ia mengaku akan lebih meningkatkan pendekatan pemerintah kepada para pelaku usaha di Busel. Itu akan dibuktikan dengan pinjaman modal usaha dengan bunga nol persen dengan palfon Rp 25 juta.

Dengan etikat wil pemerintah yang mendorong pengembangan usaha di Busel, ia menargetkan sebanyak 400 orang para pengusaha di Busel akan naik.

“Tapi Bupati akan melakukan MoU dengan pihak bank tertentu. Kita sudah spakati para usaha mikro kita akan dorong keusaha kecil dulu dengan bantuan bank itu tadi. Karena rata-rata para pelaku usaha kita di Busel ini masih kategori mikro,” tutupnya (*)

Pin It on Pinterest