Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI, BP – Inspektorat Kabupaten Wakatobi melalui Kepala Bidang Perencanaannya menyebutkan, jika terdapat titik rawan terjadinya korupsi pada Bantuan Sembako dampak Covid-19, yakni area perencanaan, pendataan, pengadaan dan terakhir pada pendistribusian

Ningsih

Hal ini diungkap Kabid Perencanaan Inspektorat Ningsih saat dikonfirmasi awak media Baubaupost diruangan kerjanya pada Rabu (03/02). Menurutnya, terdapat empat area titik rawan tersebut

” Menurut saya itu bukan pada saat penyaluran, tapi pada saat pendataan, perencanaan dan proses pengadaan barang dan jasa. Memang titik rawan korupsi itu ada di area itu, ada di perencanaan dan proses pengadaanya, ” Ungkapnya.

Sementara itu, terkait tersalurkannya bantuan, tetap akan tersalurkan, namun pihaknya juga menjelaskan jika terdapat titik rawan, yakni tersalurkannya bantuan tersebut apakah tepat pada sasaran atau tidak.

” itu dia yang kita liat dari proses perencanaannya. Misalnya dari proses penetapan penerima,” Jelasnya.

baca juga: Hingga Kini Pihak DPRD Wakatobi Belum Terima Laporan Penggunaan Dana Bantuan Sembako Covid-19

Sambungnya lagi jika, selain bantuan dampak Covid-19 melalui APBD, terdapat bantuan lain dari APBN maupun APBD Propinsi serta swasta, sehingga pihaknya sempat menghimbau agar penerima bantuan tidak terjadi tumpang tindih bantuan.

” Untuk penyaluran, kami tidak sampai disitu, kami hanya sampai pada proses perencanaan dan proses pengadaan, karena kami keterbatasan SDM, ” Sambungnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest