Peliput : Darson
BURANGA, BP – Mengawali tindakan nyata rencana program investasi singkong gajah di Kabupaten Buton Utara (Butur), PT Sido Muncul bersama pemerintah daerah setempat dan pihak Bank Sultra lakukan sosialisasi.
Sosialisasi yang dihadiri ratusan masyarakat ini bertempat di Aula Bappeda Butur, Jum’at (21/10). Pada kegiatan ini, selaku pelaku investasi, PT Sido Muncul memastikan akan menjamin sepenuhnya seluruh pemasaran dari singkong gajah yang akan ditanam masyarakat nantinya.
“Sido muncul akan menjamin pasar, jadi kalau petaninya tidak punya modal, nantinya akan dibantu Bank Sultra. Sementara hasil dari tanaman itu selanjutnya Sido Muncul akan menjamin pemasarannya. Jadi masyarakat tidak perlu ragu dengan pasarnya,”terang Manajer Pemasaran PT Sido Muncul, H. Suharma Kamil dihadapan ratusan peserta sosialisasi dari berbagai elemen masyarakat.
Suharma Kamil mengemukakan alasanya hingga dipilihnya budidaya singkong gajah tersebut. Ini dilakukan karena tidak lain peluang pasarnya yang sangat begitu menjanjikan.
Sesuai data yang dimiliki PT Sido Muncul sendiri, tambah Suharma di Indonesia masih begitu besar membutuhkan bahan baku dari singkong untuk diolah menjadi tepung tapioka. Sedangkan, untuk kondisi saat ini, bahan baku yang dimaksud masih didatangkan dari luar negeri.
“Budidaya singkong pasarnya memang sangat prospek. Saya punya data industri, di Jawa sangat memerlukan bahan baku ini. Indonesia ditahun 2015 berdasarkan data yang kita miliki, untuk bahan baku masi kita impor singkong dari luar negeri sebesar 594.000 ton untuk industri tepung tapioka. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana prospeknya,” pungkas dia.
Suharma menyatakan jika ada pemahaman bahwa singkong itu sebagai tanaman tidak laku, maka pemikiran itu sangat keliru besar. Selama ini persoalan hasil tanaman singkong mau dikemanakan hanya belum diketahui saja. “Kenapa kita sampai berani menjamin pasarnya, karena kebutuhan bahan baku tapioka tadi,” imbuhnya.(***)