– Tiga Kadis Kembali Diperiksa
Peliput: Iman Supa Editor : Hasrin Ilmi
Raha,BP– Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Muna tahun 2015 nampaknya tidak main-main. Terkait kasus ini sejumlah kepala dinas sudah pernah dipanggil untuk diperiksa. Teranyar tiga Kepala Dinas dimintai keterangannya terkait kasus ini.

Tiga Kepala Dinas tersebut Kepala Dinas Pemdidikan Drs Ndibale, Kadis Perindag Ahkmad Yani B dan Kadis Kehutanan Kabupaten Muna Drs H Haris terlihat mememnuhi panggilan jaksa senin (05/12) dengan waktu yang berbeda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Ndibale yang ditemani oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, La Samahu datang kejaksaan sekitar pukul 08:30 wita masuk diruangan La Ode Abdul Sofian SH, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Muna sekitar pukul 10:30 wita keluar dari pemeriksaan.

“Kejaksaan mempertanyakan terkait DAK tahun 2015 dengan nilai anggaran sekitar Rp 30 Milyar, peruntukan dana tersebut sebagai Peningkatan sarana dan prasarana mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK Semua dalam pengelolaannya tidak menyebrang tahun,”kata Drs. Ndibale Melalui Kabid Sarpas, La Samahu.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan memenuhi panggilannya sekitar pukul 08:30 bersama stafnya. Sebelum memasuki ruangan Kasi Intel Drs. H. Haris mengatakan terjadi kesalahan pemberian data dari Bappeda yang seharus anggaran masuk di DAU Namun masuk di DAK.

“Ini kesalahan Bappeda memasukan data yang seharusnya masuk DAU namun dimasukkan di DAK tahun 2015. DAK yang dikelola senilai Rp 22 juta dengan kegiatan yang dikerjakan Penghijau lingkungan dan pengadaan infokus,”terang Haris.

Sedangkan, Kepala Dinas Perindag Ahkmad Yani B dengan seorang diri hanya membawa tas serta beberapa dokumen yang digenggaman mengatakan Panggilannya terkait DAK 2015 dengan nilai anggaran sekitar Rp 800 juta lebih dengan kegiatan pembangunan pasar di Desa Kabawo dan Desa Maligano.

“Pemanggilan kejaksaan ini terkait DAK tahun 2015 dengan kegiatan pembangunan pasar di Maligano dan Kabawo, kegiatan ini tanpa menyebrang tahun selesai pada bulan desember, terealisasi 100 persen baik fisik maupun keuangannya”ungkapnya.
Tambah Kadis Perindag, kejaksaan menyuruh untuk kembali dan dijadwalkan pemeriksaan pukul 14:00 wita.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Muna belum bisa dimintai keterangannya karena masih sibuk melakukan pememriksaan kepada Kepala Dinas yang hadiri memenuhi panggilan jaksa.(*)