Peliput : Kasrun

BURANGA, BP – Ruas jalan Provinsi Sulawesi Tenggara yang ada di Kabupaten Buton Utara belum lama diaspal kini sudah rusak.

Kedua ruas jalan Provinsi tersebut berada di desa Rantegola dan Soloy Agung. Diketahui pelaksana rehabilitasi jalan Ronta-Lambale yaitu CV. Sangia Karya Mandiri dengan dinilai kontrak sebesar Rp. 1.829.728.000,00.

Sedangkan pelaksana rehabilitasi jalan Bubu-Ronta yaitu PT. Wiratama Karya Abadi dengan nilai kontrak Sebesar Rp. 5.855.452.000,00

Kedua ruas jalan itu diketahui belum cukup setahun selesai dikerjakan. Namun kondisinya saat ini sudah rusak parah.

Hal itu mendapat kencaman dari masyarakat Butur mereka menilai, para kontraktor yang mengerjakan kedua ruas jalan tersebut asal jadi.

Kencaman itu datang dari ketua Lepidak Sultra, La Ode Hermawan SH. Dia meminta kepada gubernur Sultra, H Ali Mazi SH agar mengevaluasi Kadis SDA dan Bina Marga Sultra, Burhanuddin.

Pasalnya kata dia, Kadis SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra, Burhanuddin telah lalai melakukan pengawasan terhadap pengerjaan kedua ruas jalan Provinsi di Kabupaten Buton Utara, sehingga belum Lama selesai dikerjakan sudah rusak lagi.

“Ini perlu dipertanyakan tentang teknis, mekanisme dan pengawasan kontruksi pekerjaan jalan yang merupkan domain dinas PU Binamarga Provinsi Sultra”, Katanya beberapa waktu yang lalu.

baca juga: Lurah Labuan di Buton Utara Salahgunakan Narkoba, Diciduk Polisi di Rumahnya

Lanjut Mawan, sehingga pekerjaaan terkesan terburu-buru dan selalu menyeberan tahun dan ini merupakan kekeliruan pejabat UKBJ yang hanya melihat administrasi diatas meja tidak mengecek kondisi alat yang dipersyaratkan dalam proses lelang dan minimnya pengawasan karena jauh dari pandangan mata pejabat provinsi Sultra.

“Dan giat seperti ini sudah bisa diduga syarat dengan indikasif KKN, sehingga menjadi arena Aparat Penegak Hukum”, Tegas Mawan.