BAUBAU, BP- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Baubau menggelar cipta kondisi (Cipkon) untuk menertibkan pedangan kaki lima (PKL) yang menjual di sekitar lokasi bakal perhelatan FKMA. Hal ini dilakukan agar Kota Baubau sebagai tuan rumah FKMA dapat lebih tertib.

Kabid Tibum Satpol PP Muh Husni Ganiru, menjelaskan kegiatan Cipkon ini merupakan hasil dari rapat pemkot. Kemudian diintruksikan langsung oleh Kasatpol PP untuk melakukan kegiatan patroli malam.

“Jadi kegiatan yang kita lakukan sebenarnya berdasarkan hasil dari rapat pemerintah kota utamanya dalam rangka menyambut kegiatan FKMA dan kemudian diikuti oleh Kasatpol PP,” katanya saat ditemui Kamis (07/11).

Lanjut, giat Cipkon akan dilakukan setiap malam secara bersenambungan. Petugas akan menyisir para PKL yang menjual tidak sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Baubau. Dalam giat ini pihaknya menargetkan terciptanya ketertiban umum melalui penataan PKL.

“Beberapa tempat memang agak menyolok baik itu lapak-lapak PKL, meja kemudian lemari dan sebagainya kami lakukan penyisiran secara bertahap mulai hari ini (kemarin) kami perketat,” tegasnya.

Personel Satpol PP menyisir kawasan Pantai Kamali

Dalam kegiatan ini Kasatpol PP akan selalu mengontrol dari kinerja personelnya yang melakukan patroli. Pihaknya juga berkoordinasi dengan intasi terkait untuk bersama-sama melakukan patroli.

“Jadi itu berdasarkan intruksi pimpinan karena setiap hari pimpinan itu akan mengontrol itu bahkan malam, jadi setelah itu kemudian kendala-kendala yang kami dapatkan di lapangan oleh pimpinan mengkoordinasikan dengan pihak kelurahan dan kecamatan karena mereka yang punya wilayah,” jelasnya.

Pihaknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada PKL, sebelum dilakukan penertiban. Apabila di lapangan pihaknya mendapatkan hal-hal yang dapat menggangu ketertiban, pihaknya akan melakukan pembinaan.

Setelah satu minggu melakukan sosialiasi kepada PKL, pihaknya akan melakukan penindakan apabila terdapat PKL yang melakukan pelangaran.

“Rencana kami itu satu minggu kita melakukan sosialiasi ke semua tempat, nah minggu kedua kami sudah akan esekusi, Alhamdulilah tiga malam belakangan ini sudah teratur,” ulasnya.

Pihaknya tidak akan berkompromi dengan PKL yang nakal, karena sebelumnya pihaknya sudah melakukan langkah-langkah sosialiasi baik secara linsa maupun melalui spanduk dan pamflet.

Pihaknya sudah memasang pemberitahuan di beberapa titik yang dianggap perlu agar PKL tidak menjual di sembarang tempat, dan tidak memasang permanen tenda maupun peralatan lainnya.

“Spanduk itu dipasanag di pantai kamali, kotamara dan stadion, kalau pamflet itu menyebar di mana terkosentrasi PKL di situ kami berikan bahwa ada tempat-tempat yang menjual. Setelah selesai menjual barang harus sudah bersih lagi tempatnya,” pungkasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest