Peliput: Darson

BURANGA, BP – Agar pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Buton Utara (Butur) pada bulan Maret 2017 berjalan lancar, seluruh jajaran pemerintahan dibirokrasi lingkup pemerintah daerah setempat diingatkan untuk tidak terlibat dalam persoalan dukung mendukung dari setiap pasangan calon yang ada, terutama bagi para Camat.
Peringatan tersebut datang langsung dari Bupati Butur Abu Hasan ketika memimpin rapat pembentukan tim fasilitasi pilkades, di Aula Setda Butur, Kamis (02/02).
“Saya ingatkan hal ini karena soal Pilkades sudah pasti rentan dengan berbagai potensi akan masalah-masalah sosial kemasyarakatan,” tegas Abu Hasan yang ikut didampingi wakil Bupati Butur Ramadio.
Menurut Abu Hasan, proses pelaksanaan Pilkades serentak tidak sesederhana seperti yang dibayang-bayangkan kebanyakan orang. Apalagi, Pilkades serentak itu merupakan yang pertama kalinya untuk dilakukan di daerah dengan slogan Lipu Tinadeakono Sara ini.
“Kita belum punya pengalaman yang banyak melaksanakan pilkades serentak sebab untuk pilkades serentak ini formulanya baru akan pertama kali kita lakukan. Saya juga meminta para Camat selain tetap netral, lakukan juga langkah-langkah persuasif di masyarakat, temui tokoh-tokoh masyarakat agar bisa mengantisipasi potensi masalah yang bisa terjadi,” pintanya.
Diungkapkannya, sebanyak 43 desa di Butur yang akan melaksanakan pemilihan serentak. Tentunya harus dikawal oleh petugas aparat keamanan, sementara dari sisi jumlah aparat keamanan di Butur kalah banyak.
Misalnya saja, TNI di Butur dibagi saja satu desa satu tentara, masih juga tidak cukup. Olehnya itu, keterlibatan semua pihak termasuk para camat ikut menentukan. Soal pilkades mengapa harus difokuskan, karena rentan dengan berbagai potensi persoalan kemasyarakatan seperti konflik sosial.
“Karena pilkades itu sudah lazimnya bukan hanya calon yang head to head, tapi para pemilihnya juga. Pilkades itu adalah miniatur dari Pilkada,” pungkas Abu Hasan (*)

Pin It on Pinterest