Peliput: La Ode Adrian

BAUBAU, BP – Jembatan alternating Ngkaring-karing sebagai pengganti jembatan utama kurang mendapat perhatian dari pihak penanggungjawab, pasalnya jembatan darurat tersebut kembali mengalami kerusakan.
Dilansir dari BaubauPost.Com, Setelah keluar pernyataan dari pihak Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sulawesi Tenggara (Buton) Muhammad Amin Amir bahwa pengerjaan Jembatan Wonco dan Jembatan Ngkaring-karing akan dilanjutkan pada Januari 2017, kini jembatan alternatif atau jembatan darurat yang sementara digunakan para pengguna jalan menjadi prioritas utama untuk diperhatikan.
Ali Gazali, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) yang bertanggungjawab atas Jembatan Alternatif yang diutus oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, bahwa kayu berkelas sudah didatangkan untuk mengganti kayu biasa yang selama ini menjadi landasan jembatan darurat Wonco dan Ngkaring-karing, agar tidak direhab berulang kali sambil menunggu kelanjutan pengerjaan jembatan utama pada awal 2017.
Sedangkan Camat Bungi La Hamedi mengatakan, jembatan darurat Wonco dan Ngkaring-karing sejak awal hingga menjelang akhir tahun 2016 ini sudah empat kali direhab oleh pihak Pemerintah Kecamatan Bungi bersama masyarakat sekitar, mengingat kayu yang digunakan merupakan kayu dari sumbangan masyarakat yang tidak terlalu berkelas.
Dan dikutip dari PATROLINEWS.COM, kondisi Jembatan Ngkaring-karing yang merupakan lintas provinsi tersebut sudah sangat memprihatinkan. Akibatnya, ban sebuah mobil penumpang terjerembab kesela-sela jembatan pada Jumat (25/11/2016).
Kejadian tersebut bermula saat mobil penumpang dimaksud melewati Jembatan Karing-karing, namun karena kondisi kayu jembatan yang sudah lapuk dan berlubang akhirnya ban depan sebelah kiri mobil penumpang itu langsung terperosok.(*)