Desain Jembatan Buton-Muna

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP-Jembatan Buton-Muna akan menjadi landmark baru di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari review desainnya, jembatan ini mirip dengan Golden Gate Bridge di San Fransiso Amerika Serikat, meski dalam ukuran yang lebih kecil.

Desain Jembatan Buton-Muna
Desain Jembatan Buton-Muna

Desain ini ditampilkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam saat rapat koordinasi persiapan pembebasan lahan pembangunan jembatan tersebut, di Rujab Wali Kota Baubau, Senin (11/01).

Lokasi pembangunan jembatan ini meliputi dua daerah yakni Kota Baubau (Pulau Buton) di Kelurahan Palabusa dan Kabupaten Buton Tengah (Pulau Muna) di Desa Baruta. Masing-masing daerah ini tengah mempersiapkan pembebasan lahannya.

Jembatan ini setidaknya membutuhkan 70 Ha lahan. Baubau dan Buton Tengah masing-masing 35 Ha.

“Tahun ini kita sudah mengalokasikan dana Rp 4 miliar untuk pembebasan lahan di lokasi rencana pembangunan jembatan,ā€¯ungkap Sekda Baubau Roni Muhtar.

Untuk mempercepat pembebasan lahan, pihaknya akan membentuk tim khusus. Tim ini terdiri dari Setda Baubau, Dinas PUPR, Perhubungan, Bapedda, dan Badan Pertanahan Nasional Kota Baubau.

Meski begitu pembebasan lahan akan dilakukan secara bertahap. Apalagi Pemkot Baubau harus menambah luas lahan yang dibebaskan hingga 35 Ha.

Jembatan ini didesain berbentuk suspension bridge atau jembatan gantung. Sehingga jembatan ini bertumpu pada sejumlah kabel yang mengikat bentang utamanya.

BACA JUGA: Disdikbud Baubau Umumkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Awal Tahun 2021 Ditunda

Dengan panjang total 1180 meter dan bentang utama 762,5 meter, Jembatan Buton-Muna digadang-gadang menjadi jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Tentu ini mengalahkan jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara saat ini yang terletak di Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat sepanjang 243 meter.

Jembatan Buton-Muna memiliki lebar 20 meter, yang terdiri dari dua jalur mobil dan dua jalur motor. Sehingga jembatan ini ke depannya akan meningkatkan konektivitas antara dua pulau besar di Provinsi Sultra ini.

Pihak Kementerian PUPR sebelumnya merencanakan bentang utama jembatan hanya 600 meter. Namun setelah dikalkulasi ulang, bentangannya bertambah menjadi 762,5 meter.

“Tadinya 600 meter, tapi dengan kondisi setelah diteliti tanahnya dan segala macamnya menjadi 700 meter lebih,” ujar Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, BPJN Sultra, Nasrun Nasiu.

Tidak hanya sebagai sarana transportasi jembatan ini juga berfungsi sebagai wisata laut dan resort, serta dilengkapi fasilitas umum dan rest area. Terdapat pula kantor pengelola dan juga simpangan di masing-masing sisi jembatan. Di sisi Muna simpangan empat seluas 1 Ha, dan di sisi Buton simpang tiga seluas 2,5 Ha.

Sementara itu, pembangunan jembatan Buton-Muna sudah masuk dalam Peraturan Daerah Provinsi Sultra No 2 Tahun 2014 tentang RTRW Sulawesi Tenggara. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest