Peliput: Amirul — Editor: Ardi Toris

BATAUGA,BP-Jeruk Siompu merupakan tanaman tradional masyarakat Pulau Siompu di Kabupaten Buton Selatan. Citrarasa khas lebih manis jeruk itu tidak dimiliki oleh jeruk asal daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melihat pengembangan potensi jeruk Siompu sebagai Agrowisata. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Buton Selatan (Busel) Hj Wa Ode Ruhania saat panen raya jeruk Siompu bersama Ketua DPRD Busel La Ode Armada di Desa Waindawula, Sabtu (25/7)

Ketua Tim Penggerak PKK Buton Selatan (Busel) Hj Wa Ode Ruhania saat panen raya jeruk Siompu, di Desa Waindawula, Siompu Foto AMirul–BaubauPost

Wa Ode Ruhania menjelaskan jeruk Siompu yang sudah jauh terkenal dan telah menjadi buah idola masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Ditahun 1970an, jeruk Siompu pernah meraih kejayaannya, bahkan menjadi salah satu jamuan di Istana Negara di era Orde Baru.

“Seharusnya panen raya jeruk Siompu ini dibuka oleh Bapak Bupati Busel H La Ode Arusani, namun karena tugas mendadak, bapak harus berangkat ke Kendari pagi, jadi kegiatan ini diwakili oleh Ketua PKK,” ucap Wa Ode Ruhania.

Lanjutnya, tidak dipungkiri bahwa budidaya jeruk Siompu pada 10 tahun terakhir terjadi penurunan. Tetapi ia yakin dengan sumber daya dan tekonologi saat ini, dapat mengembalikan kejayaan jeruk seperti ditahun 70an.

“Jeruk Siompu ini harus tetap lestari dan masyarakat bersama-sama dinas teknis harus tetap mengembangkan dan membudidayakannya, sehingga jeruk Siompu dapat menjadi salah satu buah primadona Buton Selatan, Sulawesi Tenggara bahkan Indonesia,” tuturnya

Kata Wa Ode Ruhania, kendati sekarang banyak bermunculan jenis dan varian jeruk, namun ketika masyarakat menyebut jeruk Siompu, orang tidak akan segan untuk membeli walaupun harga mahal.

Jeruk Siompu, nikmat dan manisnya memiliki citarasa khas sehingga memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan.

Sementara, Camat Siompu Harudin mengatakan antusias masyarakat untuk mengembangkan jeruk siompu masih sangat tinggi. Tetapi karena faktor hama yang biasa menyerang jeruk Siompu hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

Ia berharap, agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi untuk mencari jalan keluar dalam mengantisipasi hama yang selama ini menghantui jeruk Siompu.

“Kami berharap pemerintah daerah menemukan solusi, mengatasi hama penggangu sehingga potensi pengembangan budidaya jeruk Siompu dapat berkembang dengan baik,,”tukasnya (*)

Pin It on Pinterest