Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP-Direktur PDAM Kota Baubau Jimmy Hersandi mengatakan PDAM Kota Baubau saat ini masih membutuhkan sarana dan prasarana penunjang guna meningkatkan pelayanan air minum di Kota Baubau. Sejak dilantik menjadi direktur PDAM Baubau dia benar-benar getol memperjuangkan sarana dan prasarana yang masih dirasa kurang agar Pemkot Baubau bisa menjadi super produktif dalam melakukan pelayanan di Kota Baubau.

Dirut PDAM Kota Baubau Jimmy Hersandy bersama mantan Plt Dirut PDAM Baubau La Ode Ali Hasan

“Sejak Kota Baubau ini terbentuk hingga sekarang masih kurang dalam melakukan pelayanan air bersih. Saat ini kita yang mampu melayani 50 persen dari jumlah pelanggan kita yang berjumlah kurang lebih 17 ribu,” ucap Jummy Hersandi saat diwawancara media ini, akhir pekan lalu.

Jimmy Hersandi mengungkapkan itulah sebabnya berdampak siginifikant pada jadwal air yang masih bergilir. Menurut Jimmy Hersandi sarana dan prasarana yang dimiliki PDAM Kota Baubau saat ini sudah tua dan memang harus dibenahi. “Ada mesin baru tahun 2020 yangh belum begitu normal difungsikan dimana saat ini dijalankan hanya untuk membantu pelayanan saja, dan mesin baru tahun 2021 yang masih masa pemeliharaan. namun itu belum optimal bisa difungsikan. Kalau keduanya sudah bisa difungsikan normal maka pelayanan air bersih di Kota Baubau bisa kembali normal,” katanya penuh optimis.

Dia pun penyinggung visi-misinya ketika menjadi Dirut PDAM ini yaitu bagaimana meningkatkan pelayanan air bersih maka dia menitikberatkan pada pengelolaan sumber mata air baru. “Air kita ini surplus, apalagi diuntungkan dengan letak geografis yang berbukit sehingga kita bisa memanfaatkan gravitasi. Inilah yang sampaikan kepada walikota sebelumnya untuk meminta dukungan bersurat ke cipta karya,” tuturnya.

Jimmi Hersandi menyadari bahwa sumber pendanaan di daerah sangat terbatas, maka untuk memuluskan visi misinya dalam program pemb uatan jaringan sumber mata air baru khususnya mata air kanari di Sorowolio maka harus melobio ke pusat. “Kalau jaringan air sumber kanari ini bisa direalisasikan maka dari sisi pendapatan akan meningkat karena PDAM akan bisa memaksimalkan pelayanan air hingga 80 persen,” ucapnya.

BACA JUGA: Tingkatkan Respon Tim Aduan Masyarakat, Damkar Baubau Bakal Buat Tiga Pos Siaga Kebakaran

Dia pun optimis bila balai wilayah sungai bisa memasukan usulannya pada tahun 2023 maka dengan dikembangkan sumber mata air kanari tersebut maka pada tahun 2024 Kotas Baubau sudah bisa melayani selama 24 jam. “Kenapa saya katakan itu karena debitnya besar yaitu sekitar 200 liter per detik. Sementara yang kita butuh hanya 100 liter per detik untuk menambah kapasitas pelayanan 8000 pelanggan dan itu bisa kita kasih mengalir 24 jam apalagi karena grafitasi di Sorawolio itu muaranya sampai di kali Bungi. Kalai itu kita kembangkan maka saya yakin itu pasti bisa maksimalkan pelayanan air bersioh,” katanya optimis. (***)