Laporan: Ardi Toris

KENDARI, BP-– Menggunakan pesawat kepresidenan RI 1, Presiden RI Jokowi tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (27/12/2021) sekitar pukul 14.25 WITA untuk melakukan kunjungan kerja yang terjadwal selama dua hari.

Presiden RI Ir Jokowidodo tiba di Bandara Haluoleo Kendari menggunakan Pesawat kepresidenan untuk melakukan Kunker selama dua hari di Sultra

Kali ini presiden Jokowi didampingi oleh Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Rombongan presiden disambut Gubernur Sultra H Ali Mazi SH. Sdelanjutnya Jokowi akan langsung bergerak menuju Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe untuk melakukan peresmian smelter nikel milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) pukul 15.30 WITA.

Sementara untuk mengresmikan bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, dijadwalkan pada hari Selasa (28/12/2021). Sebelumnya, pengresmian bendungan ini oleh presiden telah dijadwalkan dua kali namun diundur.

Dalam peresmian Bendungan Ladongi, nantinya akan dirangkaikan dengan festival perahu naga yang diikuti sejumlah atlet dayung nasional dari Sultra. Sebanyak delapan perahu disiapkan yang akan dipakai atlet nasional di antaranya, 4 perahu naga, 2 perahu kayak dan 2 perahu cano.

Kepala Balai Wilayah Sungai IV Sulawesi Chaeruddin C. Maddi menjelaskan, Bendungan Ladongi merupakan satu dari 13 proyek strategi nasional di Indonesia. Bendungan Ladongi akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas daya tampung 45,2 juta meter kubik dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektare. Air yang tertampung dalam bendungan itu dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektare secara berkelanjutan di Koltim.

baca juga: Tambah Lagi 11 Kasus Baru Omicron, Masyarakat Diminta Tidak Bepergian

Selain itu, bendungan tersebut juga berfungsi menyalurkan air saat musim kemarau guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut. Manfaat lain Bendungan Ladongi adalah sebagai sumber air baku sebesar 0,12 meter kubik/detik, serta potensi sumber pembangkit energi listrik sebesar 1,3 megawatt (MW), dan pariwisata yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.(**)

Comments are closed.