Peliput: Didik Saputra

WAKATOBI, BP – Sejumlah warga Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan yang tergabung dari Forum Pemersatu Desa Tampara, menggelar aksi demo di Kantor Desa Tampara pada Senin (06/02).

Kedatangan tersebut merupakan yang kali kedua, dengan tujuan meminta pertanggungjawaba Kepala Desa Tampara Sirajudin terkait pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dari tahun 2013 sampai 2016.

Warga juga mempartanyakan pengelolaan ADD dan DD, Forum Pemersatu Desa Tampara juga menduga pengangkatan sejumlah perangkat desa yang dinilai cacat hukum.

Selain itu, Forum Pemersatu Desa Tampara menduga adanya ‘permainan’ antara Pemerintah Desa (Pemdes) Tampara dan Anggota BPD, pasalnya Anggota BPD yang semestinya berperan mengawasi dan memantau pelaksanaan pembangunan di Desa Tampara, justru ikut berperan dalam sejumlah pengerjaan program di Desa Tampara.

“Tidak ada transparansi pengelolaan DD kepada masyarakat secara
umum, masyarakat kesulitan mengakses informasi ke Pemerintah
Desa, tidak ada realisasi anggaran dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam kurun waktu 2012-2016,” jelas Basir yang merupakan Koordinatir Lapangan (Korlap) perwakilan Forum Pemersatu Desa Tampara.

Dugaan tersebut akan ditindaklanjuti secara hukum oleh Forum Pemersatu Desa Tampara agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Dan apabila tuntutan tersebut tidak ditanggapi oleh Kades Tampara Sirajudin, Forum Pemersatu Desa Tampara mengancam bakal menutup dan menduduki Kantor Desa Tampara agar tidak ada aktivitas yang dilakukan.

Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Wakatobi juga diminta untuk segera melakukan penyidikan terhadap Kepala Desa Tampara, serta meminta kepada Camat Kaledupa Selatan untuk melakukan pemberhentian aktivitas untuk sementara waktu di Desa Tampara, dikarenakan banyak persoalan yang dianggap belum terselesaikan.

“Saya berharap kepada Kepala Desa (Tampara, Sirajudin) agar mundur dari jabatanya, dan menandatangani di atas materai 6000 untuk bersedia mundur,” tutupnya.

Amatan Baubau Post, aksi dilakukan dari pukul 8.30 hingga 11.30 Wita, yang kurang lebih 70 orang tergabung dalam Forum Pemersatu Desa Tampara, serta sejumlah aparat kepolisian menjaga jalannya aksi.(#)

Pin It on Pinterest