Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Hasan Tali Spd merasa sangat prihatin atas pengkroyokan yang dilakukan Siswa Madrasa Tsanawia (MTs) 3 Buton Tengah tehadap Siswa SMA Negeri 1 Mawasangka.

Kadis Dikbud, Hasan Tali SPd saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, walaupun kedua instansi tersebut tidak bernaung di Dikbud Buteng, namun pihaknya tetap prihatin atas tindakan yang tidak terpuji itu, dimana dapat mencoreng nama dunia pendidikan di Kabupaten Buton Tengah.

“Walapun tidak bernaung di Disdikbud Buteng, tapi kita tetap prihatin atas tindakan kejadian itu,” ujarnya.

Hasan Tali SPd menjelaskan, kenakalan remaja ini bisa ditangkal dengan pendidikan yang baik. Dimana pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Dengan begitu, orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah.

“Peran sekolah (guru), orang tua, dan masyarakat harusnya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus bersinergi agar hasilnya bisa maksimal, terutama dalam membentuk karakter anak,” terang Hasan Tali.

Selain itu, Pendidikan juga harus kita bingkai dengan agama untuk mengantar mereka menjadi generasi yang berkualitas. “Dengan kejadian ini, Dikbud Buteng tetap bersiaga serta terus berupaya mencari jalan keluar atas maraknya kenakalan remaja yang melanda Kabupaten yang baru mekar ini,” imbuh Hasan Tali.

Untuk diketahui, korban pengeroyokan tersebut berinisial, NM (16), warga Kampung Baru, Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Mawasangka, dikeroyok tiga siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs), inisial SA (16), YM (15) dan NA (15), Jumat 10 November 2017 yang lalu, disalah satu kebun jambu milik warga.(*)

Pin It on Pinterest