Peliput:Iman Supa Editor: Hasrin Ilmi
RAHA,BP-Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, melakukan pemeriksaan terhadap Kepala BPPKAD Muna, Ratna Ningsih, terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015, berkisar Rp 200 M untuk DAK reguller, sedangkan DAK tambahan berkisar Rp110 M, yang dialokasikan di tahun 2016.

Sebelumnya Kejari Muna sudah melakukan pemeriksaan lanjutan kepada Kepala Bappeda Muna, Ir. Syarir, diruang Kapala seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum), Y. Ary Sepdiandoko, pemeriksaan itu berlangsung selama 2 jam dan hari ini giliran Kepala BPPKAD Muna yang dilakukan pemeriksaan oleh Kejari Muna. Senin (21/11).
Ratna Ningsih, yang berstelan seragam PNS dengan menggunakan mobil dinas bernopol DT 36 D, tiba di kantor Kejari Muna sekitar pukul 13.35 Wita, kedatangan Ratna Ningsih tersebut tidak langsung dilakukan pemeriksaan dikarenakan Kasi Pidum masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus lain.

Setelah Menunggu sekitar satu jam, Ratna Ningsih yang duduk diruang tunggu Kasi Pidum, baru dilakukan pemeriksaan. Ratna Ningsih dengan membawa dua kantong belanjaannya berwarna pink dan satu dos berisi seluruh dokumen, pemeriksaanpun berlangsung secara tertutup diruang Kasi Pidum pada pukul 14.33 Wita.

Selanjutnya, pada pukul 16.21 Wita, pemeriksaan sempat terhenti sejenak dikarenakan Ratna Ningsih, hendak menunaikan ibadah sholat Ashar, dirinya yang ditemani salah seorang Staf Jaksa mengatakan kepada untuk menunaikan sholat Ashar.
“Tunggu ya, saya sholat dulu.” katanya sambil berlalu menuju musholah yang ada di kantor kejaksaan.

Usai melaksanakan sholat, pemeriksaan kembali berlangsung, namun ditengah pemeriksaan sekitar pukul 18.45 wita, pemeriksaan kembali terhenti sekitar 10 menit, diakibatkan mati lampu, terlihat Kasi Pidum Y. Ary Sepdiandoko, keluar ruangan sambil menuju kearah rekan wartawan dan meminta untuk menghubungi kantor PLN.
“Tolong yang punya nomor tlp. PLN, segera hubungi PLN untuk menyalakan lampu karena kami sedang melaksanakan tugas negara.” ketusnya yang terlihat kesal.

Pemeriksaan kembali dilanjutkan, dan sekitar pukul 19.20 Wita, Ratna Ningsih, nampak keluar dari ruang Kasi Pidum menandakan pemeriksaan terhadap dirinya selesai.

“Panggilan saya terkait dimintai keterengan karena apapun yang dilakukan dinas-dinas pembayarannya melalui keuangan. “katanya.

Menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh jaksa, Ratna Ningsih mengatakan, pertanyan terhadap dirinya ada banyak terkait pengelolaan anggaran baik siklus pengeluaran dan siklus penganggaran.

“Di tanyakan siklus pengeluaran, siklus penganggaran, saya kurang tau sekitar berapa pertanyaan yang jelas banyak, kita mencocokan dengan peraturan yang ada tentang siklus pengelolaan keuangan dan memberikan informasi. ditanyakan pula tentang DAK tambahan dan sisanya, saya tidak ingat berapa angkanya, jelasnya semua itu ditanyakan. “ungkapnya.

Menurut Ratna Ningsih, dirinya belum mengetahui adanya kejanggalan yang ditemui jaksa terkait DAK ditahun 2015.
“Saya belum bisa sampai kesana, soal adanya ditemui kejanggalan itu urusan jaksa. “tutupnya sambil berlalu naik kedalam mobil. (*)