Abdul Karim

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Pandemi Covid-19 memaksa proses pembelajaran dilaksakan secara online. Tidak sedikit ada keluhan dari orang tua siswa, karena merasa sulit mengajar anaknya di rumah.

Kadisdikbud Kota Baubau Abdul Karim mengatakan, mengajar anak bukanlah pekerjaan mudah. Dengan adanya pandemi ini juga memberikan pelajaran kepada masyarakat agar tidak memandang enteng pekerjaan guru.

Abdul Karim
Abdul Karim

“Sehingga diharapkan ke depan harus ada penghargaan, bahwa guru ini juga jangan dipandang enteng,” katanya.

Hal ini pula sebagai motivasi kepada para guru, bahwa tugas mendidik anak bangsa adalah tugas yang mulia. Pihaknya sering menerima keluhan orang tua siswa yang menemui kesulitan saat mengajar anaknya di rumah.

“Baru paham orang tua siswa, mengajar orang yang tidak tahu menjadi tahu itu tidak segampang yang dibayangkan,” tandasnya.

Untuk meringankan tugas orang tua yang mengajar anaknya di rumah, Karim meminta agar tugas yang diberikan jangan ditunda penyelesaiannya. Pihaknya juga meminta, agar guru tetap berada di sekolah saat jam belajar.

“Kalau di rumah sementara mengajar, tiba-tiba menangis anaknya, tertinggal lagi,” ujarnya.

Pihaknya menyadari, pembelajaran model saat ini tidak akan seefektif dengan pembelajaran di kelas. Namun kondisi saat ini harus disikapi dengan bijak oleh orang tua siswa.

Disdikbud Baubau juga terbuka dalam menerima masukan-masukan masyarakat dalam hal perbaikan pendidikan. Pemerhati maupun praktisi di bidang pendidikan dapat memberikan ide atau saran untuk dapat membantu menyelesaikan persoalan pendidikan di tengah pandemi.

“Kalau ada persoalan di lapangan, berikan kami masukkan terkait bagaimana perbaikan pendidikan ke depan, kami akan menerima,” harapnya. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

PPRB DEMO TUNTUT TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA COVID-19 dan MINTA KADIS KESEHATAN BUTON DICOPOT

Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Pemerhati Rakyat Buton (PPRB), menggelar aksi demostrasi menuntut transparansi anggaran covid-19, di Perkantoran Takawa Buton, Senin (29/06).
“Kemudian dengan terpaparnya 27 Nakes menimbulkan tersumbatnya pelayanan publik terhadap masyarakat yang membutuhkan penangan medis di RSUD Buton. Maka untuk itu kami meminta kepada Bupati Buton untuk menggati Plt Dinas Kesehatan, karena kami anggap lalai dalam memerangi dan menangani covid-19 di Buton,” Ucap koordinator demonstran PPRB La Ovan Wabula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.