Laporan: Amran

BUTENG,BP-– Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton Ledrik V.M Takaedengan, SH, MH menetapkan tersangka baru dalam pusaran dugaan kasus korupsi Direktur Umum PDAM Oena Lia Buteng inisial AWR.

Dengan adanya tersangka baru maka sudah tiga tersangka yang terjerat dalam kasus ini yaitu Direktur PDAM Buton Selatan insial TT dan Direktur Utama PDAM Buteng Oena Lia inisial M.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton Ledrik V.M Takaedengan, SH, MH

Kasus ini merupakan kasus dugaan korupsi terkait dengan dana penyertaan modal Kabupaten Buton Tengah tahun anggaran 2020 sekitar Rp13 miliar untuk PDAM Buteng.

Sebelumnya, ketika Kejari Buton menetapkan dua tersangka pad akasus ini yang didasarkan pada hasil audit ditemukan kerugian negara Rp 3,2 miliar. Tim penyidik pun kemudian berhasil menyita sejumlah uang sebagai kerugian negara untuk tahap pertama, Rp1,4 miliar dan tahap kedua Rp1,37 miliar dari dua tersangka, serta satu unit mobil Toyota Rush.

Setelah ditetapkan tersangka ketiga yaitu Direktur Umum PDAM Buteng AWR pada Jumat (10/06/2022), Kejari Buton kembali mengumumkan adanya tambahan kerugian negara yang didasarkan hasil audit yaitu dari Rp 3.2 miliar menjadi Rp. 4.2 miliar

Kajari Buton Ledrik V.M Takaedengan pun secara tegas menyatakan akan serius menuntaskan penyelidikan perkara dugaan korupsi Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Oeno Lia, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara.

Meski telah menetapkan tiga tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton terus mendalami dan mengembangkan perkara ini. Jika Jaksa menemukan bukti baru yang kuat, pihaknya yakin tidak akan segan untuk membidik dan memeriksa semua pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini.

“Kejari Buton yang saya pimpin tidak tebang pilih dalam penangan perkara ini. Masih ada satu direksi yaitu direktur teknis yang jika ke depan tim memperoleh bukti kuat, maka saya tidak akan segan tetap sebagai tersangka. Termasuk Mantan Bupati Buteng H Samahuddin, pimpinan dewan, dan komisi yang bertanggung jawab,” tegas Ledrik V.M Takaedengan, Jumat (10/06/2022).

baca juga: Setelah Masuk DPO, Mantan Pj Bupati Buteng Mansur Amila Digiring ke Penjara Sejak 17 Mei 2022

Ledrik V.M Takaedengan menjelaskan kini pihaknya sedang mengkaji lebih dalam terkait aliran dana PDAM Buteng dengan kerugian negara yang telah mencapai kurang lebih Rp 4,1 miliar.

“Saya sedang mengkaji pihak-pihak yang menerima dana dari salah satu tersangka terkait pembuatan Film dan Organisasi tertentu,” pungkasanya. (**)