Kemenkes Tolak Merger dengan Poltekes Kendari
Peliput : Alyakin Editor: Hasrin Ilmi

 

Direktur Akper Buton Muslimin Siraja

PASARWAJO,BP – Kampus Akper Buton yang sudah menelorkan ribuan alumni yang sudah bekerja di sejumlah instansi terancam ditutup. Pasalnya, upaya merger dengan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kendari, Sulawesi Tenggara ditolak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Direktur Akper Buton, Muslimin Siraja saat ditemui di Pasarwajo, Kamis (07/12) mengatakan,
pihaknya belum mengetahui pasti dasar penolakan tersebut. Padahal menurutnya, sudah memenuhi semua syarat atau kriteria yang dibutuhkan mulai dari legalitas kampus seperti dasar pendirian akper maupun sarana dan prasaranya. Termasuk pelepasan aset baik yang bergerak ataupun yang tidak dari pemerintah daerah Kabupaten Buton melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang akan dikuasai oleh Kemenkes.
“Informasi dari Kementerian Kesehatan itu tidak diterima. Alasannya kita masih telusuri ini kalau seandainya masih kita bisa benahi, ya kita benahi, karena menurut kami dari kriteria mulai dari satu sampai sembilan itu semua sudah lengkap,” katanya.

Dikatakan, dengan penolakan tersebut akan berdampak pada penutupan kampus. Namun terhadap sekitar 340 mahasiswa yang ada, proses perkuliahannya akan tetap diselesaikan.
“Kalau tetap ditolak maka kampus akan ditutup, tapi mahasiswa yang ada tetap diselesaikan hingga 2019,” ungkapnya.
Namun demikian, kata Muslimin, pihaknya tetap optimis upaya merger tersebut bisa diproses. Apalagi, proses merger itu dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang No 23/2014 dimana pemerintah daerah tidak boleh menjadi penyelenggara perguruan tinggi.(*)

Pin It on Pinterest