Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari saat menunjukkan barang bukti almamater yang digunakan oleh Nur Sya'ban

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Salah satu aktivis Nur Sya’ban diduga menjadi korban penembakan dalam unjuk rasa penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Baubau 9 Oktober. Namun dugaan penembakan ini dibantah Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari.

 Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari saat menunjukkan barang bukti almamater yang digunakan oleh Nur Sya'ban
Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari saat menunjukkan barang bukti almamater yang digunakan oleh Nur Sya’ban

Melalui konferensi persnya Jumat (16/10), AKBP Rio Tangkari mengatakan, bahwa luka yang dilami oleh Nur Sya’ban bukanlah disebakan oleh peluru karet. Hal ini diperkuat oleh beberapa bukti pendukung.

“Terkait dugaan bahwa luka tersebut adalah bekas luka tembak peluru karet sama sekali tidak benar,” katanya.

Bukti pendukung yang dimaksud oleh Rio Tangkari di antaranya, bahwa pihaknya telah memastikan tidak ada personelnya yang membawa senjata api saat melakukan pengamanan unjuk rasa di Gedung DPRD Baubau. Personelnya hanya dibekali peralatan taktis berupa tameng, tongkat, gas air mata dan kendaraan AWC.

“Propam Polres Baubau sudah mengecek tentang kelengkapan yang akan dibawa petugas pengamanan. Ditekankan tidak boleh membawa senjata api atau senjata tajam,” terangnya.

BACA JUGA: Demo Penolakan UU Omni Bus Law di Baubau Ricuh, Mobil Dinas Pemkot Baubau di Bakar Massa

Bukti kedua kata dia, berdasarkan informasi dari tenaga medis yang diterima pihaknya, tidak ada benda asing atau bekas peluru karet yang ditemukan di dalam luka Nur Sya’ban.

Serta yang ketiga, pada lengan kiri atas almamater yang digunakan Nur Sya’ban selama mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Baubau, tidak ada bekas lubang peluru.

“Di lengan kirinya (almamater) sama sekali tidak ada bekas lubang,” ungkapnya sambil menunjukkan almamater Nur Sya’ban kepada awak media.

Bukti yang dipaparkan Kapolres Baubau juga diperkuat oleh keterangan dr Kenangan, yang memastikan bahwa tidak ada benda asing atau bekas peluru karet dalam luka Nur Sya’ban. Deskripsi lukanya kata dia, diduga akibat kekerasan tumpul.

“Kekerasan ini bisa karena kayu, batu, atau besi, namun saya tidak bisa menyimpulkan apa yang di antara itu yang menyebabkan luka. Namun deskripsi lukanya akibat kekerasan tumpul,” tegasnya.

Pihaknya juga membantah pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa kekerasan yang dialami Nur Sya’ban akibat peluru karet.

Perawat yang menangani luka Nur Sya’ban, Lia juga memastikan, tidak ditemukan bekas maupun serpihan benda asing di dalam luka tersebut.

“Saya periksa lukanya, tidak ada sisa-sisa serpihan peluru karet,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Nur Sya’ban melalui kuasa hukumnya telah melaporkan kasus ini ke Polres Baubau dengan Nomor LP/413/X/Res.7.4/2020/RES.Baubau tanggal 14 Oktober 2020. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest