– Pastikan Pemerintahan Berjalan Seperti Biasa

Peliput: Alamsyah Pradipta Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Terkait penetapan status tersangka Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun SH oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengenai dugaan suap mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochktar, dirinya enggan berkomentar banyak.

Saat dikonfirmasi, Kamis (20/10) di Rumah Jabatannya, Umar Samiun mengatakan, tetap menjalankan roda Pemerintahan Kabupaten Buton, hingga masa jabatannya berakhir. Dia mengimbau kepada seluruh pegawainya untuk bekerja seperti biasa.

“Jangan lagi ditanya itu. Semua proses pemerintahan tetap jalan seperti biasa, dan saya sudah mengimbau kepada seuruh SKPD dan semua pegawai lingkup Kabupaten Buton, untuk bekerja seperti biasa dan apa adanya, dari kemarin saya sudah canangkan,” katanya.

Mengenai status tersangkanya saat ini, Umar berdalih kalau hal itu adalah masalah pribadi. Sehingga jangan dikaitkan dengan proses pemerintahan di Kabupaten Buton.

“Kalaupun ada hal lain, itu menyangkut pribadi saya dan tidak terkait dengan daerah, biarkan proses hukum tetap berjalan,” imbuhnya.

Ketika hendak ditanya kembali mengenai penetapan statusnya sebagai tersangka KPK, Umar Samiun tetap enggan berkomentar banyak. ” Dan jangan tanya lagi soal KPK, itu soal pribadi saya,” katanya lagi.

Umar kembali menjelaskan, kalau kasus suap yang menjeratnya, merupakan masa sebelum dia dilantik menjadi Bupati Buton. Dia sepenuhnya menyerahkan kasusnya kepada putusan pengadilan.

“Ini dua sisi yang berbeda, itukan masa lalu sebelum jadi Bupati, sekarang saya sudah jadi bupati. Jadi prinsip-prinsip kepegawaian saya laksanakan sebagai mana mestinya, soal itu dipegadilan nanti, ” tutupnya. (*)