Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Solidaritas Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Waitii (Simppati) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali turun ke jalan melaksanakan aksi demontrasi menyuarakan aspirasi masyarakat Tomia. Terkait kebijakan PT Wakatobi Dive Resort (WDR) yang tidak berlaku adil memberikan kontribusi, Jumat (30/6).

Sekitar pukul 09.30 Wita dengan menggunakan mobil pickup, massa Simppati berjumlah sekitar 50 orang menuju Bandar Udara (Bandara) Maranggo untuk menyampaikan aspirasinya. Dengan harapan agar aspirasinya didengar langsung pimpinan PT WDR, Mr Lorenz. Yang kebetulan saat itu bertepatan dengan pendaratan pesawat yang membawa puluhan wisatawan asing.

Namun massa Simpati dihadang sejumlah personil Polres Wakatobi yang telah siaga disekitar Bandara Maranggo. Massa Simppati menyampaikan aspirasinya melalui alat pengeras suara dijalan poros Waha – Usuku sekitar 300 meter dari Bandara Maranggo.

Malik, salah seorang orator sekaligus coordinator lapangan (Korlap) aksi mengatakan pihaknya akan terus membackup pergerakan itu sehingga pihak PT WDR mengabulkan tuntutannya. Menurutnya, kebijakan PT WDR memberikan kontribusi tidak merata sekian tahun menimbulkan kecemburuan social dan terkesan mengabaikan hak-hak rakyat Tomia yang wilahnya telah dicaplok PT WDR.

“Kita akan terus kawal pergerakan ini hingga PT WDR mengabulkan tuntutan kami. Masyarakat pulau Tomia telah diberlakukan dengan tidak adil dimana kontribusi kesetiap desa tidak merata. Hal ini telah memicu kecemburuan social dibeberapa desa,” teriak Malik, di jalan poros Waha – Usuku saat berorasi.

Humas PT WDR, Tomi Tomson Tarani mengatakan kebijakan pembayaran kontribusi dimaksud telah sesuai aturan perusahaan. Dimana desa dengan wilayahnya paling banyak memberikan kotribusi terhadap eksistensi perusahaan tentu akan mendapat porsi lebih banyak ketimbang desa dengan wilayah kecil.

“Ada beberapa pertimbangan dalam memberikan nominal kontribusi kesetiap desa, diantara kedekatan wilayah, jumlah penduduk, ada nilai timbal balik seperti kontribusi masyarakat dalam menjaga karang, kemampuan financial perusahaan. Diluar beberapa pertimbangan itu, perusahaan juga dalam merekrut karyawan ada keterwakilan semua desa,” ungkap Tomi Tomson Tarani, ditemui dikediamannya, Jumat (30/6).

Kata Tomi Tomson Tarani, meskipun aspirasi massa Simpati tidak disampaikan secara resmi dengan pihak perusahaan, namun akan mencoba untuk mengkoordinasikan dengan pimpinan perusahaan selaku penentu kebijakan.

“Meskipun aspirasi massa Simpati ini tidak formalitas, atau terkesan kabar angin serta presiden direktur yang saat ini tidak ada ditempat, namun saya akan coba sampaikan ke pimpinan,” tutup Tomi Tomson Tarani.(*)

Pin It on Pinterest