Salah satu pengendara motor yang terjaring razia Yustisi di area Lapangan Merdeka Kota Baubau

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Pemerintah Kota Baubau melalui Satpol PP Kota Baubau bersama TNI Polri secara terus menerus melakukan himbauan penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat, baik yang tertuang dalam Pergub nomor 29 Tahun 2020, maupun Perwali nomor 35 Tahun 2020. Pada giat tersebut tidak jarang masyarakat yang tidak menggunakan masker diberikan sangsi sosial berdasarkan Pergub yang mulai diterapkan, sementara untuk sangsi pada Perwali Kota Baubau akan dilaksanakan pada esok Minggu (20/09).

Salah satu pengendara motor yang terjaring razia Yustisi di area Lapangan Merdeka Kota Baubau
Salah satu pengendara motor yang terjaring razia Yustisi di area Lapangan Merdeka Kota Baubau

Kabid Tibum Satpol PP Muh Husni Ganiru saat di temui Baubau Post, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya bersama TNI Polri akan secara intens melakukan sosialisasi dan penindakan kepada masyarakat di sejumlah lokasi keramaian Kota Baubau hingga bulan Oktober mendatang.

” Dua bulan berturut-turut akan dilakukan sosialisasi pada siang dan malam hari. Kami sudah membentuk 11 tim yang akan bersama-sama-TNI Polri. Jadi satu tim siang dan satu tim lagi pada malam hari,” kata Hunsi.

Dikatakan, pihaknya dalam melakukan tugas penegakan Pergub dan Perwali Kota Baubau akan terus didampinging oleh TNI Polri.
” Tiap lokasi itu kami turunkan personil sebanyak 30 hingga 40 orang. Jadi tadi kami turun sebanyak empat kelompok,” terangnya.

Dalam satu jam pelaksanaan sosialisasi Pergub dan Perwali, pihaknya menemukan sekitar 60 masyarakat yang tidak menggunakan masker, sehingga mereka memberikan tindakan sangsi ringan berupa menyanyi, menghapal Pancasila hingga push up yang merupakan implementasi Pergub nomor 29 Tahun 2020, pasalnya pergub sudah memberlangkukan sangsi.

” Pergub sudah berlaku sangsi dan Perwali baru sosialisasi, namun demikian itu juga (sangsi berdasarkan Pergub-red) merupakan perkenalan kepada masyarakat, sebelum waktu pemberian sangsi Perwali pasal 11 diterapkan pada tanggal 20 September. Usai memberikan sangsi kami juga memberikan masker kepada masyarakat yang melanggar, sehingga kedepannya ia akan sadar akan pentingnya memakai masker dan allhamduliah proses sosialisasi dan pemberian sangsi kondusif,” jelasnya.(**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

PU PROVINSI SULTRA PERBAIKI SEMENTARA JEMBATAN DI DESA LA UKI, BUTUR PAKAI DANA PEMELIHARAAN

JEMBATAN PENGHUBUNG YANG RUSAK PARAH INI DIPERBAIKI SEKITAR BULAN MEI 2020. JEMBATAN INI MERUPAKAN SATU-SATUNYA JEMBATANG PENGHUBUNG TIGA DESA DI KABUPATEN BUTON UTARA UNTUK MENUJU IBUKOTA KABUPATEN. MESKI HANYA MENGGANTI KAYU-KAYU YANG LAPUK, TAPI MASYARAKAT BUTUR AMAT BERSYUKUR ATAS RESPON YANG DIBERIKAN OLEH PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest