gambaran kelompok pemberian vaksin

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP- Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH., menyampaikan agar tahapan vaksinasi Covid-19 disosialisasikan kepada publik Sulawesi Tenggara. Mulai 1 Januari 2021, Kemenkes RI telah mengirimkan SMS Blast kepada Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19.

gambaran kelompok pemberian vaksin
gambaran kelompok pemberian vaksin


>
Pemberitahuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) ini bertanggal 29 Desember 2020, yang merespon Kepmenkes RI No. HK.01.07/Menkes/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Disiarkan pertama kali melalui situs resmi www.covid-19.go.id oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, drg. Widyawati, MKM.
Sejalan dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo bahwa salah satu tugas utama Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., adalah Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia, Menkes Budi Gunadi Sadikin bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan penyedia vaksin di antaranya Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Pfizer, dan Covax/Gavi.
Sinovac merupakan vaksin dari Tiongkok, Novavax dan Pfizer dari Amerika Serikat, AstraZeneca dari Inggris, dan Covax/Gavi yang diinisiasi oleh aliansi vaksin Gavi serta didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).
Dari kelima jalur pengadaan vaksin tersebut, telah diperoleh jumlah dosis yang diberikan untuk Indonesia. Diperkirakan jumlahnya mencapai 400 juta dosis. Jumlah ini akan diupayakan untuk ditambah, mengingat untuk mencapai kekebalan kelompok, dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin yang diperuntukkan bagi 181,5 juta jiwa. Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan bisa mengamankan jumlah tersebut.
Menkes Budi Gunadi Sadikin merinci dari 400 juta dosis tersebut, 100 juta dosis vaksin berasal dari Sinovac, 100 juta dosis dari Novavax, 100 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, dan 100 juta dari Pfizer.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengupayakan agar seluruh vaksin ini bisa datang secara bertahap ke Indonesia dan pemerintah bisa segera melakukan penyuntikan (vaksinasi) bagi seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 181 juta orang.
Mengenai rencana vaksinasi, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjabarkan bahwa rencananya vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan periode vaksinasi mulai Januari-April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan vaksin yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia nantinya telah lolos uji klinis dan mendapatkan EUA dari BPOM. Pelaksanaannnya juga akan menerapkan prinsip kehati-hatian dan bertahap.
Selanjutnya, untuk tahap kedua vaksinasi akan diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4 juta masyarakat lainnya yang diberikan sesuai pendekatan kluster. Tahap kedua ini rencananya akan dilakukan mulai April 2021 hingga Maret 2022 mendatang.

BACA JUGA: Menkes: Tenaga Kesehatan Divaksin Pertama Kali
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.