Peliput : Kasrun

BURANGA, BP – Inspektorat Kabupaten Buton Utara (Butur) diduga merahasiakan laporan hasil pengawasan penggunaan anggaran pada pemerintah desa di Kabupaten Butur.

Padahal berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Media ini di Kabupaten Butur ada beberapa mantan oknum Pj kepala desa (Kades) yang diduga telah melakukan korupsi dana desa. Hingga saat ini para mantan oknum Pj kades itu telah melakukan pengembalian atas temuan mereka yang diduga telah merugikan keuangan negara.

Kantor Inspektorat Kabupaten Buton Utara

“Tidak bisa saya ceritakan kalau LHP itu, yang jelas saya hanya bisa lapor ke atas,” kata Inspektur Inspektorat Kabupaten Butur, LM. Karya Jaya Hasan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/4/2022).

Parahnya lagi, ketika ditanya soal proses pengembalian atas temuan para mantan Pj Kades di Butur itu, Karya Jaya Hasan menolak untuk memberikan keterangannya.

“Nda, saya tidak bisa bicara itu,” Kata Karya Jaya Hasan.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Butur, Abdul Wahidin mengatakan, pengembalian tersebut ke kas daerah sesuai hasil pemeriksaan.

“Buka saja rincian, yang paling penting itu apa sih pengembalian itu. Jadi kalau saya lacak kamu, ketahuan, oooo… ada pengembalian ini,” ujar Abdul Wahidin dengan gelak tawa.

baca juga: Ridwan Zakaria Sudah Teken Perbup, THR ASN di Butur Akan Dibayarkan H-10 Lebaran

Untuk diketahui, di Kabupaten Butur terdapat beberapa mantan oknum Pj Kades yang diduga telah melakukan korupsi dana desa di saat masih menjabat sebagai Pj Kades.

Dari penggunaan dana desa tersebut, terdapat puluhan hingga ratusan juta yang diduga telah dikorupsi mantan oknum Pj Kades tersebut.(**)