Laporan: Ardi Toris

Kepala KCD Dikbud Sultra Rayon Baubau-Busel Mastuti SPd

BAUBAU, BP- Pasca terjadinya tawuran pelajar di Baubau yaitu di SMKN 2 Baubau dengan SMAN 2 Baubau dan juga perkelahian antar siswa di depan SMAN 1 Batauga di Buton Selatan mendapat perhatian dari Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) Provinsi Sultra Rayon Kota Baubau-Kabupaten Buton Selatan (Busel) Mastuti, SPd.

Mastuti bersyukur kedua peristiwa itu sudah dapat terselesaikan berkat sigapnya aparat kepolisian dan juga komunikasi antar sekolah di Kota Baubau dalam mencari solusi berjalan dengan baik. Sementara di Buton Selatan Mastuti memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Batauga karena sangat aktif menyelesaika kasus perkelahian itu.

“Pasca peristiwa itu agar tidak terulang lagi maka saya menghimbau kepada pihak sekolah yang siswanya terlibat tawuran yaitu SMKN 2 Baubau, SMAN 2 Baubau dan MAN Baubau agar membatasi atau memprotek siswanya agar tidak lagi saling berkontak. Kemudian para kepala sekolah saya minta agar melalui wali kelasnya selalu melakukan pengecekan terhadap siswanya di tiap-tiap kelas, kalau tidak hadir agar segera dicari tahu utamanya bisa berkomun ikasi dengan orang tua siswa mempertanyakan kenapa siswanya sampai tidak masuk sekolah,” ucapnya Mastuti, ketika diwawancara media ini, Selasa (25/01/2022)

Selain itu, Mastuti juga meminta kepada para kepala sekolah agar selalu mengingatkan siswanya melalui apel pagi atau selalu berkeliling kelas agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu kantibmas yang dapat merugikan siswa sendiri, sekolah, dan masyarakat.

“Sejauh ini para kepala sekolah yang siswanya terlibat dalam kasus itu selalu berkomunikasi dengan saya selaku kepala kantor perwakilan disbud Sultra untuk rayon Baubau-Busel. Dan Saya pun juga meneruskan laporan perkembangan kasus ini ke Disbud Sultra agar selalu bisa mengetahui bagaimana penyelesaian kasus ini,” tuturnya.

baca juga: Tiga Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Baubau, Salah Satunya Masih Dibawah Umur

Mastuti berterima kasih kepada aparat kepolisian yang sudah bertindak cepat mengamankan siswa yang diduga memancing peristiwa itu, “Saya dukung tindakan polisi mengamankan beberapa anak dan saat ini mereka diharuskan wajib lapor. Mereka tidak ditahan karena masih harus dipikirkan juga mengenai pendidikannya agar tetap jalan,” ucapnya. (***)

Comments are closed.