Peliput: Anton – Editor: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Sosialisasi peraturan perundang-undangan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga diikuti sekitar kurang lebih 65 peserta yang merupakan para kepala sekolah se Kabupaten Buton Tengah, yang diselenggarakan pada Senin (05/12) di gedung SMPN 1 Gu.

Kepada Baubau Post, Pendamping Pelaksana Sosialisasi La Ance Paulus SPd menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah se Kabupaten Buteng, mengenai perundang-undangan terkait perencanaan alur pembangunan serta pengelolaan aset.

“Sebenarnya undang-undang yang kita bahas itu berhuhungan dengan alur pembangunan dan pengelolaan aset, jadi tentunya banyak undang-undang yang terkait didalamnya. Tapi pada dasarnya kita memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah, kepala UPTD, supaya kalau dia rencanakan pembangunan, bagaimana alurnya itu dia perhatikan dengan baik,” ucapnya.

Dijelaskan, sosialisasi tersebut dilakukan juga dikarenakan kepala sekolah di Buteng tidak terlalu memahami tata administrasi pengelolaan aset, sehingga aset yang sudah berusia senja dilakukan pembiaran tanpa tindakan memperbaharui.

“Kenyataan dilapangan tentang pengelolaan aset itu kadang-kadang teman-teman kepala sekolah juga belum memahami dengan jelas, ini aset apakah sudah bisa dihapus atau belum, kemudian bagaimana caranya dihapus, sehingga terjadilah aset-aset tua kita dibiarkan saja begitu,” ungkap La Ance.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buton Tengah Dr Anzar MPd memaparkan, sosialisasi perundang-undangan sangat dbutuhkan, karena pengelolaan aset dipandang mempunyai peranan penting dalam keuangan negara melalui dana-dana yang dikucurkan oleh pemerintah.

“Sosialisasi perundang-undangan seperti ini sangat kita butuhkan, ternyata kan uang negara itu ada di aset, sementara kami kemarin hasil pemeriksaan BPK di 2015 itu masih ada aset-aset yang baik melalui dana APBD, DAU, Bansos, Banpem, atau dana BOS, kadang kala belum teradministrasi dengan baik. Nah, mudah-mudahan dengan adanya pelatihan seperti itu, para peserta sudah bisa memahami,” paparnya.(*)