Kekompakan dan Kekeluargaan, Nasyid dan Balada yang Menggetarkan

KERUKUNAN Keluarga Tomia Bersatu (KKTB) Kota Baubau sukses menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/2017, 16 Desember 2017 di Aula MAN Baubau. Kegiatan dikemas epik dengan berbagai suguhan nasyid, puisi Balada Sang Reformis, dan Hikmah Maulid oleh Dr Indrianto.

Oleh: Yuhandri Hardiman, BAUBAU

MASYARAKAT yang menghadiri maulid cukup antusias dari berbagai komponen masyarakat Tomia di Kota Baubau. Turut hadir sejumlah tokoh di antaranya Drs H Lutfi Hasmar SSos MSi MSc, Ir H Guntur Dahlan, Adnan Lubis SS, Drs H Dini Mambu, Urufi Prasyad SH, Ir Sahirsan, H Sahaludin BA dan masih banyak tokoh-tikoh Tomia berpengaruh menghadiri acara. Walikota Baubau AS Tamrin menyebutnya para senior.

“Banyak para senior di sini,” kata AS Tamrin ketika memberikan sambutan.

AS Tamrin mengatakan sebagai umat Islam kita harus mencontoh sikap Rasulullah yang merupakan suri tauladan. Inti sari dari perkataan dan perbuatannya adalah sunnah dan mengajarkan kita tentang kebaikan sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama Islam.

Walikota juga menyinggung sarapataanguna yang menurut dia adalah nilai inti sari dari sebuah perenungan panjang dikemas dalam kalimat yang pendek dan singkat. Menurutnya sara pataanguna tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam karena justru sumbernya digali dari nilai-nilai Islam itu sendiri yang dalam penerapan di masyarakat Baubau Tamrin menyebutnya PO5.

KKTB dalam acara kali ini mempersembahkan Hikmah Maulid yang dibawakan oleh Dr indrianto. Kata Indrianto, Maulid adalah momen untuk mempererat persaudaraan dan ukhuwah. Momen untuk saling bersilaturahim dan bersilaturahmi. “Silaturahim itu untuk memperkokoh kekeluargaan dan silaturahmi itu untuk ukhuwah,” katanya.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Mursali SPd menyanpaikan terimakasih kepada seluruh komponen masyarakat Tomia di Kota Baubau yang telah berpartisipasi dan menghadiri acara. Maulid Nabi Muhammad SAW katanya merupakan salah satu program kerja KKTB Kota Baubau untuk menjalin tali silaturahmi.

“Hikmah maulid adalah meneladani Rasulullah,” tutupnya.

Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Bersatu (KKTB) H Adam, mengatakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat sukses berkat dukungan dan kekompakan masyarakat Pulau Tomia di Kota Baubau. Menurut dia, hal ini merupakan wujud nyata dari eratnya persaudaraan serta kedekatan silaturahmi dan silaturahim masyarakat Tomia.

“Terima kasih atas kerja sama kita semua kepada Panitia Pelaksana dan warga KKTB sehingga acara maulid dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Acara berlangsung tidak monoton dikemas seremonial tetapi kaya dengan hiburan berupa puisi dan nasyid serta lagu-lagu Islami. Anshor Ibrahim sebagai sosok yang bertanggung jawab di divisi acara mendedikasikan seluruh kemampuannya mulai membimbing group nasyid, memilih Master of Ceremony (MC) yang kapabel juga diiringi pemain elekton Wakatobi Elekton sehingga acara berlangsung seolah tanpa celah.

Yang membawakan nasyid adalah gabungan mahasiswa asal Tomia di Baubau. Dinantaranya dari UMB, Akper, dan Unidayan. “Modal keinginannya dan semangatnya untk tampil memang ada, hanya 2 kali latihan dirmhnya pa Jafar Alias bpknya Fahmi,” kata Anshor.

Puisi menjadi salah satu yang ditampilkan pada malam itu dan rasanya menggetarkan. Puisi “Balada Sang Reformis” kisah tentang Rasulullah dibacakan dengan epik dan menyentuh oleh Evalia berdomisili di Keraton. Evalia tampil dengan perfoemance yang baik mampu menghipnotis ribuan mata sehingga balada karya Ir Guntur Dahlan tahun 2005 itu disuguhkan indah dan berapi-api.

Evalia dibimbing langsung oleh Ir Guntur Dahlan sehingga penjiwaannya benar-benar tepat. Evalia adalah pembaca puisi Kota Baubau yang sering menjuarai berbagai ivent, makanya meski latihannya cuma dua jam dia tidak kesulitan untuk mengapresiasikannya.

Puisi balada adalah puisi yang mengungkapkan getaran tabir hidup dalam menggambarkan perilaku seseorang, baik melalui dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu yang objektif. WS Rendra adalah penyair yang banyak menciptakan balada.

Balada Sang Reformis karya Ir Guntur Dahlan dikolaborasi dengan shalawat. Sebuah dialog religius antara narasi yang dipuisikan dan pujian serta doa yang sishalawatkan.

Imam Nawawi Al-Bantani rahimahullah (lahir tahun 1815, meninggal dunia tahun 1898) berkata bahwa yang dimaksud “shalawat dari Allah” adalah semoga Allah menambahkan kemuliaan. Sedangkan “salam” yang dimaksud adalah semoga Allah memberikan penghormatan yang tinggi dan derajat yang mulia. (Lihat Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Najaa, hlm.

Berikut peserta Nasyid Risman, Aris, Izzan, Rahlil, Aldi, Putri, Sriwaty, Nining, Tika, Ririn dan Murni. Judul lagu Nasyidnya Astagfirullah, sedangkan lagu yang dinyanyikan Anshor adalah Assalamu Alayka Yaa Rasullallah (Ciptaan Maher Zain), Rindu Kami Padamu Yaa Rasul (Ciptaan Bimbo). Pemnyanyi latar yang mengiringi balada adalah Sri Wati, Ade Muslimah dan Yuslita.

Begini reaksi masyarakat KKTB saat mengikuti acara demi acara di kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Man Kota Baubau. Sahaludin Rachim menulis ini di grouo W.A KKTB.

“Sebenarnya waktu Anshor menyanyikan lagu *Rindu Kami Padamu Ya Rasul* kita di barisan undangan pelan pelan lagu ikut dgn penghayatan, dan tak terasa air mata datang. Budi pekerti nabi itu masuk di hati dan menjadi sesuatu sekali. Perasaan suasana emosional batin kita seperti juga berada di Raudha di pinggir kuburan Nabi di Mesjid Nabawi pd waktu ibadah haji dan umroh,” tulisnya.

Kegiatan dilaksanakan molor kurang lebih satu jam karena situasi dan kondisi yang tidak disengaja. Mati lampu bertepatan dengan jadwal dimulainya acara. (****)

Pin It on Pinterest