Ketua PGRI Baubau Bariun SPd MPd

-Bariun: Karena Banyak Anak-anak yang Sudah Tidak Belajar

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau Bariun SPd MPd menyebutkan ada beberapa kemungkinan terburuk jika sistem pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring/luring (online) di tahun 2021.

Ketua PGRI Baubau Bariun SPd MPd
Ketua PGRI Baubau Bariun SPd MPd

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI belum lama ini telah mengeluarkan statemen tentang wacana pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka di sekolah yang rencananya bakal direalisasikan di awal Januari mendatang.

Merespek hal itu, Bariun sangat memberikan dukungan penuh jika proses pembelajaran akhirnya diterapkan kembali di sekolah.

Pasalnya, menurut Bariun, sistem pembelajaran online yang dijalankan selama ini memang terbilang efektif namun harus diakui bahwa metode pembelajaran tersebut tidaklah berjalan maksimal.

“Kalau kita berbicara kualitas pembelajaran, kualitas pendidikan ini pasti akan berpengaruh,” jelasnya.

Selain itu, Bariun khawatir jika metode pembelajaran daring (online) tetap dijalankan di tahun 2021 maka akan memicu hal-hal negatif lainnya.

“Ini juga pasti akan memicu hal-hal negatif lain karena banyak anak-anak yang sudah tidak belajar,” ujar Bariun pula.

Untuk itu, mewakili anggota PGRI Kota Baubau, Bariun mengajak seluruh elemen agar bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang kebijakan pelaksanaan PBM tatap muka di awal Januari 2021 mendatang.

“Kalau kita berfikir secara rasional maka mari kita mendukung SKB 4 Menteri ini, tentunya dengan menerapkan seluruh protokol kesehatan secara ketat di sekolah,” pungkas. (*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest