Aliman

Oleh: Aliman
(Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BPKAPD Kota Baubau)

TIDAK lama lagi, pemerintahan Dr. A.S. Tamrin, MH dan La Ode Ahmad Monianse, S.Pd yang dikenal dengan akronim TAMPIL MANIS yang mengusung visi: Mewujudkan Baubau Yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya Tahun 2018-2023 akan berusia dua tahun, dan itu berarti sebentar lagi akan memasuki tahun ketiga. Tentu saja telah banyak yang diraih oleh Pemerintahan TAMPIL MANIS dalam rentang waktu itu, meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada sebagian kalangan yang skeptis dengan capaian-capaian tersebut.

Aliman
Aliman


Tujuan utama pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan tersebut mencakup banyak aspek, seperti kecukupan pangan, sandang, dan papan, memiliki pendidikan dan pelayanan kesehatan yang baik, terpenuhinya keperluan energi dan lingkungan yang baik, serta adanya rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini mengisyaratkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya semata-mata dilihat dari satu aspek saja. Pembangunan berbagai infrastruktur itu perlu karena berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Tetapi itu belum cukup untuk menjadi justifikasi keberhasilan seorang pimpinan daerah dalam suatu periode kepemimpinannya.
Rafael Di Tella, Robert J. MacCulloch, dan Andrew J. Oswald (2001), mengemukakan bahwa salah satu aspek yang menantang dalam ilmu ekonomi adalah menjelaskan kinerja atau indikator perekonomian suatu negara atau daerah. Kinerja tersebut dapat dilihat antara lain dari pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, tingkat inflasi, dan tingkat pengangguran. Dalam pandangan Dudley Seers (1969), kinerja pembangunan dapat dilihat dari keberhasilan menurunkan angka kemiskinan, tingkat pengangguran dan tingkat ketimpangan pendapatan. Kenaikan dalam pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita merupakan cerminan peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, tingkat pengangguran yang tinggi dan tingkat inflasi yang memburuk akan menciptakan biaya sosial dan ekonomi bagi suatu negara atau daerah dan akhirnya sebagaimana dikemukakan oleh Ahmet Beskaya (2013) akan berdampak pada menurunnya kinerja ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang tercermin dari meningkatnya kesengsaraan atau ketidaknyamanan ekonomi.
Selama kurun waktu 2018-2019, capaian pertumbuhan ekonomi Pemerintahan TAMPIL MANIS hanya 6,68 persen atau lebih rendah 1,39 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi Pemerintahan TAMPIL MESRA yang mencapai rata-rata 8,07 persen per tahun selama kurun waktu 2013-2017. Pendapatan per kapita meningkat dari Rp32,54 juta per tahun dalam Pemerintahan TAMPIL MESRA menjadi Rp37,86 juta per tahun dalam Pemerintahan TAMPIL MANIS. Begitu pula dengan persentase penduduk miskin dan tingkat pengangguran dalam dua tahun Pemerintahan TAMPIL MANIS jauh lebih rendah yaitu 7,42 persen dan 5,80 persen dibandingkan rata-rata capaian Pemerintahan TAMPIL MESRA sebesar 9,16 persen dan 7,36 persen. Tingkat kepekaan atau sensivitas atau elastisitas kesempatan kerja dan kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam Pemerintahan TAMPIL MANIS juga lebih tinggi yaitu masing-masing minus 0,6265 dan 1,0019 persen dibandingkan periode Pemerintahan TAMPIL MESRA yang hanya mencapai minus 0,1771 persen dan 0,7648 persen. Artinya, dalam periode Pemerintahan TAMPIL MANIS, setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan ekonomi, penduduk miskin akan berkurang sebesar 0,6265 persen dan kesempatan kerja baru akan tercipta 1,0019 persen. Meskipun demikian, ketimpangan pendapatan dalam Pemerintahan TAMPIL MESRA yang diukur dengan menggunakan indeks Gini Ratio selama tahun 2016-2017 lebih rendah dengan rata-rata hanya sebesar 0,4415 poin, sementara pada tahun 2018 sebesar 0,4527 poin.
Kinerja ekonomi Pemerintahan TAMPIL MANIS dapat juga diamati dengan menggunakan indeks kesengsaraan atau misery index sebagaimana dikemukakan oleh Arthur Melvin Okun (1962) dengan menjumlahkan tingkat pengangguran dan tingkat inflasi. Pada tahun 2019, indeks kesengsaraan Okun Kota Baubau sebesar 7,19 poin atau turun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 8,67 poin. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dua tahun awal Pemerintahan TAMPIL MESRA yang mencapai 18,69 poin dan 18,16 poin. Secara rata-rata, indeks kesengsaraan Pemerintahan TAMPIL MANIS hanya 7,93 poin dan Pemerintahan TAMPIL MESRA sebesar 13,37 poin.
Relatif tingginya indeks kesengsaraan Pemerintahan TAMPIL MESRA tidak terlepas dari kontribusi yang diberikan oleh tingkat inflasi pada dua tahun awal Pemerintahan TAMPIL MESRA berada di atas dua digit, yaitu 10,03 persen dan 11,37 persen. Akan tetapi, dalam tiga tahun terakhir Pemerintahan TAMPIL MESRA, seiring dengan telah terkendalinya tingkat inflasi, indeks kesengsaraan lebih banyak didominasi oleh tingkat pengangguran. Fenomena ini juga terjadi pada dua tahun awal Pemerintahan TAMPIL MANIS.
Ke depan, tantangan perekonomian Kota Baubau akan semakin berat. Dampak Coronavirus Disease 19 (Covid-19) apabila tidak diantisipasi dengan baik dikhawatirkan akan mengganggu tercapainya target-target ekonomi makro Pemerintahan TAMPIL MANIS. Oleh karena itu, Pemerintahan TAMPIL MANIS harus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang mantap guna memastikan sensivitas pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan angka kemiskinan, tingkat pengangguran, dan ketimpangan pendapatan jauh lebih efektif. Strategi peningkatan struktur perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan sebagai salah satu strategi dalam Misi Keempat TAMPIL MANIS: Mewujudkan Baubau sebagai Kota Populer harus dapat diterapkan sebagai upaya untuk memperkuat perekonomian Kota Baubau secara internal atau internally growth. Peran sektor perdagangan yang selama ini menjadi lokomotif perekonomian Kota Baubau perlu terus dioptimalkan. Diversifikasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha juga harus ditingkatkan guna mendorong daya saing produk lokal Kota Baubau. Dengan begitu, diharapkan kinerja ekonomi Pemerintahan TAMPIL MANIS akan menciptakan kesejahteraan bagi semua kalangan atau trickle-down economy dan bukan hanya sebagian kecil masyarakat atau trickle-up ecomomy.(**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

KOMPLOTAN PERAMPOK BERSENJATA TAJAM YANG SEMPAT MENYEKAP KORBANNYA DI BUTON UTARA DITANGKAP POLISI

Kawanan perampok bersenjata tajam berhasil diamankan Polres Buton Utara (Butur). Kawanan perampok itu sempat menyekap korbannya dalam kamar. Mereka berasal dari luar Buton Utara. Sejumlah barang bukti berupa ATM, beras, parang, obeng, dan senjata tajam jenis lainnya termasuk linggis berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Buton Utara.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest