Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Rumput Zoyzia Matrella atau biasa disebut rumput Manila merupakan jenis rumput yang paling baik digunakan di lapangan sepakbola. Rumput ini memiliki banyak kelebihan. 

dikutib dari indosport.com, Zoysia Matrella memiliki elastisitas yang tinggi, sehingga memudahkan untuk bola bergulir dengan lancar. Selain itu, Zoysia Matrella memiliki kekuatan akar yang bagus. 

Kontraktor Lapangan Stadion Betoambari Hariono Dahuri bersama Kadispora Provinsi Sultra Trio Prasetyo dan plt kadispora Kota Baubau Abdul Rahman dan Kabid peningkatan Prestasi Dispora Baubau Maaruji Lapangan Stadion Betoambari

Tekstur rumput Zoysia Matrella yang memiliki ujung runcing, membuat rumput ini aman saat bersentuhan dengan pul sepatu. Rumput ini juga empuk dan tidak licin jika diinjak. 

Oleh karena itu, Zoysia Matrella menjadi rumput yang direkomendasikan oleh FIFA untuk digunakan sebagai rumput di lapangan sepakbola, terutama untuk negara beriklim tropis seperti Indonesia. Karena memiliki banyak kelebihan dan berkualitas paling baik, maka perawatan rumput ini juga cukup rumit dan memakan biaya yang cukup besar.

Rumput ini harus disiram setiap hari minimal sekali. Dan rumput ini juga perlu dipupuk. Untuk perawatan lainnya, Zoysia Matrella harus dipangkas setiap dua minggu sekali. 

Beberapa stadion yang memakai rumput jenis Zoysia Matrella di Indonesia adalah Stadion Gelora Bung Karno, Stadion Maguwoharjo, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, dan Stadion Wibawa Mukti.  Khusus untuk Stadion Gelora Bung Karno, rumput Zoysia Matrella yang dipakai dipotong dua kali dalam sepekan. Pemupukan juga dilakukan dua sampai tiga kali dalam sebulan. 

Kontraktor yang mengerjakan lapangan Stadion Betoambari Hariono Dahuri mengungkapkan bibit rumput ini dipesan khusus oleh pihaknya dan harganya memang mahal, “sama dengan harga emas per gramnya. Kami menyediakan anggaran untuk pengadaannya kurang lebih Rp 100 juta. Itu nanti dilihat sampai dengan selesai masa pemeliharaannya,” ungkap hariono ketika ditemui di Lapangan Stadion Betoambari Baubau.

Untuk perataan lapangannya, lanjut Hariono, pihaknya ketika rumput sudah tumbuh subur kurang lebih satu jengkal, baru kemudian dilakukan boomark (perataan-red) dengan alat khusus.

“Menurut pihak dari provinsi ini rumputnya tidak tinggi, hanya akarnya yang nanti merambat ke bawah. jadi kalau di boomark nanti akan rata,” sambungnya.

baca juga: Lapangan Stadion Betoambari Baubau Gunakan Rumput Impor Zoysia Matrella, Sama Dengan Rumput Yang Digunakan di Stadion Gelora Bung Karno

Dia pun mengungkapkan untuk menanam rumput Zoysia Matrella ini pihaknya tidak hanya melakukan di lapangan Stadion Betoambari tapi juga bibit itu dilakukan pembedengan di tempat lain. “nanti kalau sudah tumbuh yang di pembedengan itu akan kami bawa untuk di tanam disini bila masih ada yang rumputnya tidak tumbuh merata,” tuturnya. (***)

Comments are closed.