Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dinas Koperasi dan UKM Kota Baubau meminta koperasi melakukan inovasi dalam pengembangan usahanya. Maksudnya dalam berkoperasi tidak monoton pada satu bidang usaha.

Plt Kadis Koperasi dan UKM Kota Baubau H Yakub menyebut mayoritas koperasi di Kota Baubau bergerak di bidang usaha simpan pinjam. Jika semua koperasi hanyak melayani simpan pinjam, maka perkembangannya akan lambat.

Plt Kadis Koperasi dan UKM Kota Baubau H Yakub Foto Zaman Adha–BaubauPost

“Misalnya koperasi di SMPN 1 Baubau. Saat RAT beberapa bulan lalu, ada uangnya mengendap di bank Rp 600 juta, saya sarankan kepada pengurus yang baru untuk berinovasi dengan membuat kantin sekolah,” katanya.

Di masa pandemi Covid-19 pihaknya menyadari banyak koperasi yang terdampak. Meski begitu pemerintah belum menyediakan bantuan khusus seperti dana segar kepada koperasi.

“Belum ada program sampai hari ini, kami juga tetap menunggu,” ujarnya.

Sehingga melalui rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian Koperasi, daerah diminta untuk fokus kepada pengembangan koperasi yang menyediakan barang kebutuhan pokok. Namun yang menjadi kendala, di Kota Baubau mayoritas koperasi simpan pinjam.

“Tetapi umumnya koperasi di kota baubau lebih banyak bergerak di simpan pinjam. Ini juga yang menjadi kendala bagi kami,” ungkap Yakub.

Pihaknya juga dalam hal ini tidak dapat berbuat banyak, karena masing-masing koperasi memiliki AD/ART sendiri. Untuk itu koperasi yang harus berinovasi.

“Misalnya menyediakan bahan pokok, mereka (koperasi) tidak siap untuk ke situ, kita juga tidak bisa juga memaksakan,” tandasnya. (**)

Pin It on Pinterest