Walikota Terima DIPA Tahun 2021 dari KPPN Baubau

Laporan: PrasetyoM

BAUBAU, BP-Dengan diserahkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) lebih awal oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Baubau, Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. berharap agar segera dieksekusi dengan secepatnya dilakukan tender tanpa harus menunggu Januari 2021.

 Walikota Terima DIPA Tahun 2021 dari KPPN Baubau
Walikota Terima DIPA Tahun 2021 dari KPPN Baubau


Hal tersebut ia sampaikan melalui sambutannya pada acara penyerahan DIPA petikan tahun 2021 kepada satuan Kerja Kementerian/Lembaga di aula kantor KPPN Baubau Jalan Palagimata kamis, (10/12/2020).
H. AS Tamrin mengungkapkan, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan sangat diperlukan guna menjamin capaian output yang maksimal. Dengan sinergi yang baik diharapkan tidak ada tumpang tindih kebijakan, tercipta keselarasan dalam pembangunan, serta dapat terwujud kebijakan yang tepat sasaran.
Menurut H. AS Tamrin, belanja pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah dapat menjadi stimulus yang sangat baik bagi perekonomian Nasional secara umum dan perekonomian Daerah secara khusus. Untuk itu, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) harus disusun dan dilaksanakan secara efektif.
“APBN dan APBD harus dilaksanakan secara efektif, dengan berfokus pada fungsinya sehingga memiliki kualitas yang lebih baik serta dapat lebih terukur realisasinya. Sehingga dampaknya akan dapat dirasakan oleh masyarakat, lebih khusus adalah masyarakat di daerah”, tandasnya.
Ditambahkan, dalam upaya pemulihan ekonomi nasional sebagai pengelola APBN maupun APBD peran satuan kerja Kementerian/Lembaga sangat penting. “DIPA Petikan Tahun Anggaran 2021 ini diserahkan lebih awal dengan harapan dapat segera dieksekusi. Sebagaimana pesan Bapak Kakanwil tadi bahwa segera lakukan tender, tidak harus menunggu Januari 2021”, imbuhnya.
Lebih lanjut orang nomor dua di Kota Baubau ini mengungkapkan, pemerintah Daerah akan selalu siap untuk bersinergi bersama guna pelaksanaan pembangunan serta merumuskan kebijakan. Untuk itu ia berharap agar pelaksanaan realisasi belanja dari satuan kerja Kementerian/Lembaga dapat berdampak terhadap daerah dan masyarakat.
“Saya berharap agar pelaksanaan realisasi belanja dari satuan kerja Kementerian/Lembaga ini dapat berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap daerah serta dapat berdampak dalam mengangkat perekonomian masyarakat di daerah”, harap AS Tamrin.
Selain itu, H. AS Tamrin juga berharap, agar sinergi yang baik antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Satuan kerja Kementerian/Lembaga, pihak perbankan, serta Pemerintah Kota Baubau dapat tetap terjaga serta dapat ditingkatkan.
H. AS Tamrin juga mengatakan pada tahun 2020 ini menjadi ujian tersendiri bagi Kota Baubau. Pasalnya, pandemi covid-19 serta merta mempengaruhi segala sisi kehidupan. Dikatakannya, pandemi Covid-19 mengakibatkan perekonomian global merosot dan mengalami perlambatan.
“Tahun 2020 menjadi ujian tersendiri bagi kita semua. Pandemi COVID-19 memukul segala sisi kehidupan. Perekonomian global merosot dan mengalami perlambatan, memaksa banyak negara memasuki jurang resesi, tak terkecuali Indonesia dan Baubau khususnya”, pungkasnya.
Kepala kantor KPPN Baubau Nazuar mengatakan, total belanja negara yang direncanakan tahun 2021 mencapai Rp. 2,750 triliun. Alokasi belanja Kementerian atau lembaga untuk wilayah kerja KPPN Baubau sebesar Rp. 862,8 miliar akan dialokasikan kepada 16 Kementerian/Lembaga yang terdiri dari 102 Satuan Kerja.
Nazuar juga menjelaskan, alokasi belanja terdiri dari pagu belanja pegawai sebesar Rp. 330,3 miliar, belanja barang sebesar Rp. 228,7 miliar, belanja modal sebesar Rp. 303,6 miliar. Alokasi pagu berasal dari dana rupiah murni, pinjaman luar negeri, hibah luar negeri, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan penerimaan lainnya.

baca juga: Walikota AS Tamrin Ingatkan Rasa Malu Korupsi


“Sedangkan untuk alokasi transfer ke daerah dianggarkan sebesar Rp. 946,7 miliar yang terdiri dari DBH Pajak dan Sumber Daya Alam sebesar Rp. 151 miliar lebih, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp. 2,458 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik
sebesar Rp. 607,5 miliar, DAK non fisik sebesar Rp. 338,2 miliar, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp. 121,5 miliar”, jelas Nazuar.(*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest