Pewarta: Alyakin

BAUBAU, BP – Area Kontainer tempat pembokarang ataupun pemuatan barang di pelabuhan Murhum Baubau dianggap masih belum memadai menyebabkan kemacetan mobil kontainer keluar masuk Pelabuhan Murhum Baubau apalagi bila bertepatan dengan masuknya kapal Pelni Baubau.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Baubau berharap ada peran Pemkot Baubau untuk mencarikan depot atau lokasi yang dapat dijadikan khusus untuk kegiatan bongkar muat barang kontainer di luar area Pelabuhan Murhum

Kepala Seksi keselamatan Berlayar, penjagaan dan patroli (KSOP) kelas II Baubau Hasbi Hasim S Sos ketika dikonfirmasi Baubau post di ruang kerjanya, Senin (25/07/2022) mengatakan pihaknya ada peran Pemkot Baubau untuk mencarikan area terbuka dan juga memberikan hibah ke arah timur Pelabuhan Murhum agar dapat dibuatkan pintu keluar-masuk Pelabuhan Murhum khusus untuk jalur mobil kantainer dan mobil truk.

“Kedepan, kita berharap peran dari Pemkot Baubau, siapa tau ada area-area terbuka yang dapat disiapkan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh pelaku pelaku kegiatan kontainer. Solusi lainnya harus dibuatkan pintu keluar-masuk lagi ke arah Timur Pelabuhan agar mobil kontainer dan truk tidak keluar masuk di Pelabuhan Murhum Baubau. jadi Pintu Pelabuhan itu tidak hanya satu, minimal dua,” katanya.

“Jadi kemungkinan besar, kedepan ada rencana pengembangan ke arah timur Pelabuhan Murhum. Membuka akses diujung timur, agar konsen keluarnya kontainer. Sehingga lalu lintas kedepan ini mungkin agak bisa terurai sedikit,” katanya.

Area kontainer di Pelabuhan Murhum saat ini digunakan untuk kegiatan Striping (pembokaran barang) dan stating (memasukan barang). Seharusnya, menurut Hasbi, kegiatan striping dan stating itu dilakukan di lokasi lain sebagai depot, sehingga area kontainer di Pelabuhan Murhum hanya berfungsi sebagai sasaran antara saja.

Kepala Seksi keselamatan Berlayar, penjagaan dan patroli (KSOP) kelas II Baubau Hasbi Hasim S Sos

“Karena kalau masih dilakukan di dalam area Pelabuhan Murhum, maka akan ada gangguan seperti gantungan kabel dan jalan yang sempit sehigga treking kontainer terbatas,” tuturnya.

Hasbi mendeskripsikan ada kegiatan yang sifatnya menyusun atau memasukkan barang atau mengeluarkan barang dalam kontainer. Biasanya dilakukan di depot. Barang langsung diantar didepan dipintu atau kepenerima barang atau dikirim kealamat pengiriman barang. Tapi karena dalam kota ini jalannya sangat terbatas dan padat sehingga tidak memungkinkan kontainer itu ditreking keluar sehingga dilakukan stripstating di dalam area Pelabuhan Murhum.

Meski demikian, Stripstating diwilayah Pelabuhan Murhum lebih aman namun terjadi trefik karena penambahan jumlah kendaraan (mobil truk) yang menggunakan haluan karena Idealnya kontainer diisi dari luar kemudian dibawah masuk didalam pelabuhan, kemudian diisi di kontainer untuk siap diangkut diatas kapal.

“Karena kondisi memaksa sehingga proses striping itu membongkar keluar barang pembokarang atau stating itu menyusun barang didalam kontainer itulah kadang kadang yang tidak bisa kita hindari,” tutup.

Hasbi pun memberikan usulan bila Pemkot Baubau bisa memberikan hibah ke arah timur Pelabuhan Murhu dimana ada lokasi yang sudah direklamasi di Kelurahan Batulo atau tepatnya tidak jauh dari Pelabuhan Very.

baca juga: Aniaya Pakai Sajam, Pemuda Wangkanapi Ditangkap Tim Polres Baubau, Terancam 2 tahun Lebih Penjara

“Bila lokasi ini bisa dihibahkan atau dikerjasamakan dengan para pengusaha kontainer yang disewakan sebagai depot untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang dari kontainer maka ini akan bisa membantu melonggarkan kepadatan di Pelabuhan Murhum. Apalagi bila dibuatkan jalur khusus kontainer dan truk ke arah timur pelabuhan yang tidak jauh dari Pelabuhan Very,” kata Hasbi. (**)