Pewarta: Alyakin

BAUBAU, BP – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Baubau Intens melakukan pengawasan kapal. Hal ini dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak kapal.

Kepala Seksi keselamatan Berlayar, penjagaan dan patroli Hasbi Hasim S SOS ketika dikonfirmasi Baubau post di ruang kerjanya, senin (25/07/2022) mengatakan kapal berlayar wajib memenuhi syarat atau standar kelayakan.

Kepala Seksi keselamatan Berlayar, penjagaan dan patroli Hasbi Hasim S SOS

“Pengawasan yang paling pokok itu bagaimana sebuah kapal terpenuhi syarat atau standar kelayikan dan kelayakanya. Layak dari sisi pengawakan dan layak dari sisi kelayakan,” katanya.

Layak dari sisi keselamatan, Hasbi menjelaskan, kapal yang berlayar wajib memiliki alat-alat penolong seperti pelampung demi keselamatan penumpang atau awak kapal jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan ditengah laut.

“Untuk pengawasan kapal itu tetap mengacu standar aturan yang ada,” katanya.

Jumlah muatan kapal juga menjadi perhatian KSOP Baubau sebab muatan kapal yang melebihi muatan akan berdampak hal hal yang tidak diinginkan saat berlayar.

“Sebenarnya ada muatan juga bagus karena itu akan membuat stabilitas kapal lebih bagus sepanjang tidak melebihi kapasitas muatan,” ujar Hasbi

Selain itu, KSOP Baubau juga memperhatikan cuaca alam yang tidak bersahabat. Untuk mendekteksinya, KSOP Baubau mengambil data dari BMKG serta melakukan pengamatan langsung.

baca juga: KSOP Baubau Ingin Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Murhum Dialihkan ke Depot, Berharap Ada Peran Pemkot Baubau

“Keadaan cuaca terkadang jadi pertimbangan kita, yang paling teknis, yang berkaitan dengan kondisi alam. Sehingga kalau memang cuaca dianggap kurang bersahabat keberangkatan kapal ditunda,” terang Hasbi

Demikian pula, kapal yang masuk terlebih dahulu memberitahukan serta rencana kegiatan bongkar muat barang serta turunya penumpang maupun turunya kendaraan.(**)