PASARWAJO, BP- Melalui video konference, Bupati Buton La Bakry menyampaikan laporan penanganan dan pencegahan covid-19 di hadapan Gubernur Sultra Ali Mazi dan Korsupgah KPK Sultra Adlinsyah Nasution, Senin kemarin (11/05).

Turut mendampingi La Bakry, Wakil Bupati Buton Iis Elianti, Sekda Buton La Ode Zilfar Djafar, Ketua DPRD Buton Hariasi Salad, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Buton.

Dalam laporannya, La Bakry menyebut, Pemkab Buton telah menyiapkan anggaran penanganan covid-19 kurang lebih sebesar Rp 33,7 Miliar.

“Izin kami laporkan bahwa sesuai dengan arahan Kementerian Keuangan, dimana telah dilakukan pemotongan anggaran untuk covid-19, di Kabupaten Buton disiapkan anggaran kurang lebih Rp 33,7 Miliar untuk tiga kegiatan,” katanya.

Yang pertama, jelas La Bakry, anggaran penanganan dan pencegahan kurang lebih Rp 20,7 Miliar, anggaran penyediaan jaring pengaman sosial Rp 7,4 Miliar, dan anggaran dampak ekonomi sebesar Rp 5,5 Miliar.

Anggarn tersebut, lanjut dia, bersumber dari belanja tak terduga Rp 22 Miliar, dan retribusi Dinas Kesehatan dan RSUD dalam rangka membentuk penanganan covid-19.

Pemkab Buton juga telah melakukan pendataan kelompok masyarakat yang terdampak covid-19, dan sudah dikoordinasikannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Penanganan dampak ekonomi itu, sudah kami melakukan pendataan sejak awal dengan seluruh pelaku ekonomi, baik pedagang, tukang ojek, sopir, nelayan, dan petani, dan data itu sudah kami koordinasikan dengan pemerintah provinsi,” ujar La Bakry.

Ia pun berharap, dengan bantuan yang telah siapkan pemerintah, perekonomian kelompok masyarakat tersebut dapat terbantu. “Kami berharap seluruh kegiatan masyarakat mata pencaharian itu bisa berlangsung,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam video konference tersebut seluruh kab/kota di Sultra menyampaikan laporannya dengan durasi waktu lima menit.

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest