-Dugaan Korupsi Dana PPMK Tahap Dua
Peliput: Hengki TA

BAUBAU, BP – Perkara tindak pidana korupsi, yang melibatkan mantan kepala Badan Pemberdayaan Masyrakat (BPM) Kota Baubau Drs La Ode Sarfah, berupa penyalagunaan jabatan dan wewenang pada pengelolaan dana bantuan Program Pemerdayaan Masyrakat Kelurahan (PPMK) Kota Baubau pada tahun 2014, Kasus tersebut kini masuk tahap dua.

Kajari Baubau, M Rasul Hamid SH, melalui Kasi Tipidsus, Hendra Busrian SH mengatakan, pihaknnya telah merima tersangka dan barang buktinya yang dilimpahkan dari Polres Baubau. “Kasus tersebut kita telah terima yang dilimpahkan dari Polres Baubau,” jelasnya, Kamis (24/11). Sama dengan Drs Amiruddin La Ode Sarfah juga langsung ditahan di Rutan Tipikor di Kendari untuk menjalanai penahanan sementara, sejak kemarin.

Perlu diketahui, dalam mengelola dana PPMK 2014 itu, tersangka tidak merujuk pada peratutan yang ada, sebagaimana diatur dalam petunjuk tehnis operasional. Sebab telah diubah semua pola jenis penyaluran proses pengelolahannya dengan cara mengelolah sendiri. Dana tersebut dengan melalukan pembelajaan langsung, dan meyalurkan kesetiap Kelurahan Kota Baubau tanpa melibatkan fasilitator kelurahan, yang seharusnya Kepala BPM menyerahkannya.

Melalui rekening LPM, masing-masing kelurahan seharusnya menerima dana Rp 40 juta untuk 43 LPM sekota Baubau, dengan jumlah anggaran sebsear Rp 1,72 miliar.

Berdasarkan laporan yang diterima, pemeriksaan saksi sebanyak 152 orang, yang terdiri dari lurah se Kota Baubau, Lembaga Pemberdayaan Masyrakat (LMP) sekota Baubau, Fasilitator kelurahan, Staf BPM, dan pihak ketiga serta beberapa saksi ahli. Selain itu pihaknya melakukan audit di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi, hasilnya ditemukan adannya kerugian negara sebesar Rp 605. 294. 250.

Barang bukti yang diperoleh yaitu, berupa propsal usulan kegiatan PPMK, dokumen Laporaan Pertanggung Jawaban (LPJ) kelurhan sekota Baubau, dokumen LPJ program Sistem Administrasi dan Informasi Kelurahan (SAIK)

Tersangka Sarfa sudah mendekam di Mapolres Baubau sejak Senin (07/11). Saat ini, pihak Kajari Baubau langsung membawa tersangka, untuk dititpkan di Rumah tahanan Kendari melalui Penerbangan, Kamis Sore (24/11).(*)