Peliput : Kasrun

BURANGA, BP – Setelah gaji tenaga honorer di Sekertariat daerah Buton Utara yang tidak dibayarkan selama 7 bulan, kini kembali beredar informasi gaji Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) selama 5 belun terhitung dari bulan Januari hingga Mei 2022 belum dibayarkan.

Sekda Butur Muhammad Hardy Muslim

Salah satu ASN di Kabupaten Buton Utara yang enggang dipublis namanya, mengaku dari Januari sampai Mei, dirinya belum menerimah gaji Tambahan Penghasilan Pegawai atau biasa disebut dengan TPP tersebut.

Sedangkan, untuk tahun 2021, dia mengakui telah menerima TPP. Biasanya kata dia sebelum Lebaran mereka sudah menerimah TPP.

“Dari Januari sampai Mei, saya belum terimah. Biasanya sebelum Lebaran kita sudah terima itu TPP”, bebernya, Jumat (20/05/2022).

Sekertaris Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur), Muhammad Hardy Muslim pada saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat 20 Mei 2022, mengatakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) menunggu persetujuan Kemendagri.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kata jenderal ASN Butur ini, telah melakukan rapat internal membahas besaran TPP, apakah besaran masih layak dipertahankan atau dikurangi.

baca juga: Tak Bayar Gaji Honorernya, Ruang Kerja Kabid Trantib Satpol PP Butur Disegel

Muhammad Hardy Muslim juga mengungkapkan, alasan sehingga dilakukan rapat pembahasan besaran TPP dipertahankan atau dikurangi. Pasalnya kata dia APBD sangat terbebangi dengan pinjam PEN.

Berikut lima alasan lainnya mengapa TPP ASN Butur belum dibayarkan:

  1. beban APBD Butur makin berat sehubungan pinjaman PEN.
  2. Adanya TPP ternyata belum berkorelasi langsung dengan presentase kehadiran, peningkatan pelayanan, inovasi dan prestasi kerja.
  3. Minimnya pencapaian target PAD oleh OPD masih dibawa 50%, kecuali dinas kesehatan dan RSUD.
  4. Pemerintah daerah masihlh fokus penyediaan dan peningkatan sarana dan prasana dasar umum terutama jalan dan jembatan yg diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
  5. Peningkatan SDM aparatur, pembangunan asrama mahasiswa di Kendari dan pemberian beasiswa kepada para pelajar dan mahasiswa.(***)