Kawasan Kumuh (Ilustrasi)

Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tercatat masih memiliki ratusan hektar kawasan kumuh yang tersebar di tujuh Kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, terdapat 192 hektar kawasan yang tergolong kumuh di Buteng.

Kawasan Kumuh (Ilustrasi)
Kawasan Kumuh (Ilustrasi)

Dari 192 hektar tersebut, terbagi di Kecamatan Lakudo 27 hektar, Sangia Wambulu 25 hektar, GU 26 hektar, Mawasangka 35 hektar, Mawasangka Timur 28 hektar, Mawasangka Tengah 26 hektar dan Kecamatan Talaga 25 hektar.

Dimana, hal tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Buteng nomor 239 tahun 2019, tentang perubahan atas keputusan Bupati Buteng nomor 262 tahun 2018 tentang penetapan lokasi lingkungan perumahan dan pemukiman kumuh di Kabupaten Buteng.

Hingga saat ini, petugas lapangan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Buteng, masih sementara melakukan pemetaan disetiap desa dan kelurahan untuk mengetahui persis lokasi kumuh di desa maupun di kelurahan.

“Untuk revitalisasi kawasan kumuh kita belum lakukan,” ungkap Suardin Jama, Plt Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Buteng.

Lanjutnya, berdasarkan data kawasan kumuh yang diberikan dari provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya sebatas tiap Kecamatan. Sedangkan, untuk kategori kawasan kumuh terbagi atas tujuh bagian, yaitu mulai dari bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, proteksi kebakaran.

“Apabila kita sudah melakukan pemetaan, maka kami langsung melakukan revitalisasi dan pemberian bantuan di setiap desa dan kelurahan, sehingga bantuannya dapat tepat sasaran,” tutupnya. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

MELAWAN APARAT SAAT DITANGKAP, PEMBUNUH TNI 1413/BUTON DIBERI ‘HADIAH’ TIGA PELURUH HINGGA TEWAS

Komang Iyas, pemuda asal Ngakaring-ngakring, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, yang membunuh anggota TNI 1413/Buton tewas tertembak tim Polres Baubau karena sempat melawan membahayakan petugas dan berusaha merebut senjata api (Senpi) milik petugas. Komang Iyas bahkan berusaha melarikan diri hingga diberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun tetap tidak diindahkannya, hingga akhirnya aparat ‘menghadiahkanya’ tiga peluruh yang bersarang di tubuh bagiabn belakang pelaku yang membuat nyawanya tidak tertolong. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest