Pelda Tamin: Semua Masalah Sudah Diselesaikan

Peliput: Fardhyn

Ketua Panitia Turnamen Walikota Cup III Pelda La Ode Abdul Tamin SH

BAUBAU,BP – Panitia turnamen walikota cup tiga diduga melanggar aturan yang telah di sepakati bersama saat tehnikal meting yang dihadiri seluruh manajer club pada bulan oktober lalu. Selain itu panitia juga diduga mengambil keputusan sesuka hati tanpa adanya pemberitahuan kepada masing-masing manajer club.

Manajer club PS Bintang Junior Saharudin saat dikonfirmasi media ini, Senin (11/12), mengatakan panitia turnamen walikota cup tiga tidak melaksanakan aturan yang telah disepakati dan seolah-olah mengambil keputusan sendiri. Beberapa poin aturan yang dilanggar oleh panitia yakni club yang tidak mengikuti upacara pembukaan turnamen akan didiskualifikasi serta uang jaminan sebesar Rp 1 juta hangus. Kata dia saat upacara pembukaan banyak club yang tidak menghadiri upacara pembukaan namun tidak di diskualifikasi dan tetap diikutkan dalam pertandingan.

Selain itu, aturan yang juga disepakati bersama club yang ingin mengajukan protes harus dalam bentuk tertulis dan menyertakan uang admidtrasi sebesar Rp 100 ribu. Namun kenyataan yang ada, saat ia hendak melakukan protes dengan prosedur yang telah disepakati pihak panitia tidak menanggapinya, sedangkan club lain yang melakukan protes tidak susai prosedur di respon oleh panitia.

“Tanggal 20 November saya ajukan protes ke panitia sesuai dengan prosedur tapi tidak ditanggapi. Sedangkan ada club lain yang melakukan protes langsung direspon sama panitia,” jelasnya.

Manajer club Timas FC Sutarjo Kayat, merasa kecewa dengan tindakan-tindakan yang di ambil pihak panitia. Pasalnya salah satu manejer club yang juga sebagai panitia mengklaim satu anggota Timas FC sebagai pemainnya dan melakukan protes. Protes yang dilakukan tidak ditanggapi Sutarjo pasalnya protes yang dilakukan tidak sesuai mekanisme dan dilakukan secara lisan.

“Saya tidak tanggapi itu protes karena panitia sudah menyalahi aturan, panitia melakukan protes melalui protes lisan tanpa mengikuti mekanisme protes secara tertulis,” katanya.

Ia menyebutkan panitia tidak konsisten dengan aturan yang dibuat saat tehnikal meting sebelum digelarnya pertandingan. Semua maneger club sepak bola yang ikut bertanding menginginkan kejelasan,transparasi panitia kepada maneger selama pelaksanaan kegiatan. Ia berharap panitia kegiatan harus lebih baik agar tidak ada persolan-persoalan saat kegiatan berlangsung.

Protes yang dilakukan maneger dan tidak ditanggapi panitia dibantah Ketua Panitia turnamen walikota cup tiga Pelda La Ode Tamin SH. Dikatakanya, permasalahan yang dimunculkan manajer Bintang Junior telah diselesaikan. Pasalnya saat ada masalah atau protes yang diajukan masing-masing club, panitia langsung mengadakan sidang komisi disiplin untuk penyelesaianya.

“Semua masalah itu sudah clear, yang selesaikan itu komisi disiplin,” jelas Tamin.

Untuk surat protes kata dia, semua manajer club ada surat protesnya dan saaat club melakukan protes tidak menggunakan surat maka tidak dilaksanakaan komisi disiplin. Ia juga membantah adanya surat protes yang masuk ke panitia tidak direspon, semua surat protes yang diterima selalu direspon.

“Setiap panitia selesai melaksnakan sidang komisi disiplin selalu dilaporkan kepada saya karena sekarang sedang berada di Kota Kendari.” tandasnya.

Sedangkan terkait masalah salah satu pemain yang diberhentikan

Pin It on Pinterest