– Arifin Diko SH: Sarifa jadi korban konsiprasi Rafiun dan Darmin Ali

Peliput:Alyakin Editor : Hasrin Ilmi

PASARWAJO, BP – Dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) pembangunan unit sekolah baru (USB) SMKN 2 Lasalimu Selatan memasuki babak baru. Setelah tim jaksa menetapkan Sarifa sebgai tersangka dalam kasus ini. Namun menarinya, nama Ketua DPRD Buton, Laode Rafiun yang saat itu menjadi ketua yayasan juga disebut harus bertanggungjawab atas kasus tersebut.

Demikian diungkapkan, Arifin Diko SH kuasa hukum Sarifa kepada sejumlah wartawan dalam konferensi persnya di kediamnnya di Kelurahan Wagola Kecamatan Pasarwajo kemarin.

Dikatakan, kasus tersebut yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton dan Mantan kepala SMKN 2 Lasalimu Selatan telah di vonis kurungan menjadi 5 tahun. Menariknya, Kuasa Hukum Ibu Sarifa, Arifin Diko SH mengatakan keterlibatan Ketua DPRD Buton, La Ode Rafiun, sebagai otak dugaan korupsi dibalik proses pembangunan SMKN 2 Lasalimu Selatan. Kepada sejumlah wartawan serta menunjukan sejumlah bukti kwitansi pengambilan uang yang dilakukan La Ode Rafiun dari tahun 2011-2012 dengan total Rp 120 juta.

Arifin Diko SH, menegaskan, pihaknya tidak mengakui jika kliennya dijadikan korban konspirasi atas tindakan yang dilakukan oleh La Ode Rafiun dan Darmin Ali karena mereka telah telah meminjam uang ibu Sarifa untuk menggunakan pembangunan gedung darurat sehingga mendatpakan kuncuran Dana Bansos.

“Klien kami ini seolah-olah masuk dalam pelanggaran tipikor, menyalah gunakan kewenangannya atau menyelewengkan uang. Saya mau tegaskan bahwa, ibu ini (Sarifa) sengaja diseting sedemikian rupa untuk menghindari Rafiun sebagai tersangka. Ini permainannya sebenarnya, konspirasinya,”kata Arifin.

Dikatakan, Ini persoalan saya akan ributkan secara nasional. Dan saya tidak main-main datang ke Baubau hanya karena persoalan ini. Darmin Ali bersama La Ode Rafiun mengambil uang Rp 280 juta secara bertahap untuk digunakan pembangunan gedung sekolah darurat dengan dinjanjikan setelah dana dari Bansos turun, maka akan dikembalikan. Namun yang terjadi malah Sarifa yang dijadikan korban.

“Pak Rafiun itu mengambil uang dari ibu ini, dan kemudian dengan Darmin inklud Rp 280 juta sebagai dana awal pembangunan sekolah apa adanya. Kemudian dijanjikanlah ibu ini setelah cair dana dari pusat, maka ibu akan dikembalikan uangnya,” jelasnya.

Olehnya itu, pihaknya memastikan keterlibatan La Ode Rafiun pasalnya dengan melihatkan bukti Berupa kwintansi yang ditanda tangani langsung La Ode Rafiun.

Sementara itu, Ketua DPRD Buton, La Ode Rafiun, ketika dikonfirmasi atas persoalan ini mengatakan tidak ada hubungannya dengan dia. (*)